Kamis, 01 Juni 2017

Bukareksa, Investasi Semudah Belanja Online


Semenjak iseng jualan online di marketplace, aku mulai sedikit banyak mempelajari tentang bisnis online ini. Dan walau keuntungannya masih seuprit. Aku pengen keuntungan itu bisa diinvestasikan. Ternyata pucuk dicinta ulam pun tiba. Bukalapak rupanya meluncurkan fitur baru, Bukareksa. Dari namanya sudah tahu dong ini apa. Yes, ini produk reksadana.

Yang menarik dari Bukareksa ini adalah kemudahan pembelian reksadana menggunakan saldo bukadompet, jadi semudah belanja online saja kan? Dan yang lebih menarik lagi, minimal dana yang diinvestasikan sangat kecil, cukup 10 ribu saja. Pas banget nih buatku yang berniat menginvestasikan keuntungan penjualan yang cuma seiprit-iprit itu.

Buat aku yang penasaran dengan fitur Bukareksa ini, informasi yang disediakan di aplikasi Bukalapak cukup jelas. Bukareksa baru meluncurkan dua produk reksadana yaitu CIMB Principal Bukareksa Pasar Uang dan Reksa Dana Syariah Mandiri Bukareksa Pasar Uang. Keduanya adalah reksadana pasar uang yang resikonya rendah. Lumayan untuk dana yang akan diputar dalam waktu cepat. Setidaknya imbal hasil lebih tinggi dari deposito.

Pilih yang syariah biar tenang...
Aku meminimalkan unsur riba dalam investasiku. Bukannya sok islami atau gimana. Tapi pilihan investasi saat ini sangat beragam, jadi kalau bisa memilih investasi yang syariah tentu akan lebih baik, bukan? Alhamdulillah lewat BukaReksa aku bisa mencicipi reksadana pasar uang yang syariah.

Bagaimana membeli produk BukaReksa?

Supaya bisa membeli produk BukaReksa, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengisi form pendaftaran online.

Form pendaftaran online BukaReksa: https://www.bukalapak.com/bukareksa/investors/new

Isilah form pendaftaran dengan data diri yang sebenarnya. Jangan mendaftarkan dengan nama email, nomor rekening dan KTP yang berbeda. Ketiga identitas ini harus sama karena produk ini diawasi langsung oleh OJK.

Cara verifikasi data juga sangat mudah. Ketika SMS verifikasi masuk, kita akan diarahkan ke tautan untuk melakukan tanda tangan online. Pastikan HP yang digunakan support internet dan layar sentuh ya. Setelah proses verifikasi selesai, dalam waktu kurang dari 24 jam kita akan menerima konfirmasi dari pihak Bareksa. *ternyata produk BukaReksa terafiliasi dengan Bareksa, semacam 'marketplace'nya reksadana. Dari dulu aku penasaran pengen buka akun disana tapi belum kesampaian. Costumer supportnya ramah dan fast response. Besoknya, akun BukaReksa-ku sudah aktif. Yeay!

Awalnya, mau beli Reksa Dana Syariah Mandiri Bukareksa Pasar Uang hari itu juga, tapi aku lihat jam sudah menunjukkan pukul 14.00. Aih, besok Jumat ajalah belinya, toh pasti ikut NAB hari Jumat.

Ternyata, Bukareksa baru ada promo Jumat Berkah menyambut Bulan Ramadhan. Promo berlangsung di tanggal 26 Mei, 2 Juni, 9 Juni, dan 16 Juni. Promonya adalah bonus unit penyertaan sebesar 10% dengan syarat dan ketentuan berlaku, sebagai berikut:
1. Promo terbatas untuk investor tercepat.
2. Minimal pembelian sebesar 250 ribu rupiah dan tidak berlaku kelipatan.
3. Dana yang diinvestasikan tidak boleh ditarik dalam waktu sebulan.
4. Unit penyertaan bonus akan diberikan pada tanggal 25 Juni 2017 ke rekening investor terpilih. Moga-moga bisa kepilih ya, lumayan nih buat tehaer. Hehehe.
Promo BukaReksa Syariah
Yang perlu diketahui saat membeli produk BukaReksa:

1. Teliti membaca prospektus dan penjelasan singkat. Walaupun investasi di pasar uang memiliki resiko rendah, namun bukan berarti tanpa resiko ya. Tetap cermat sebelum membeli yes.

2. BukaReksa itu fitur baru. BukaLapak bekerjasama dengan Bareksa. Jadi costumer supportnya mungkin belum responsif menanggapi keluhan dan pertanyaan investor. Kayak pas aku tanya masalah promo Jumat Berkah, jawaban daostumer support lebih dari 12 jam, itupun jawabannya tidak menjawab pertanyaanku, sigh. Sempat aku bertanya ke Bareksa, pelayanan disana lebih responsif, tapi kalau masalah promo dari Bukalapak, ya mana paham cs-nya Bareksa, ya kan?

3. Pembeliannya memang semudah belanja online, tapi unitnya sendiri baru masuk dalam jangka waktu paling cepat 1x24 jam. Jangan harap bakal kayak beli voucher listrik atau handphone, sesaat sesudah ditransfer terus produk langsung masuk. Proses pembelian reksadana panjang cuy. Harus lewat manajer investasi endebrai endebrai. Nanti kalau mau jual lagi juga bakalan nunggu juga. Ya mirip lah sama mencairkan deposito yang belum jatuh tempo, prosedurnya rada berbelit, demi menjaga keamanannya juga sih.

Postingan ini sebenarnya dibuat pas hari Jumat tanggal 26 Mei kemarin, sekalian maunya review program Jumat Berkah. Tapi, aku masih belum yakin jadi investor terpilih. Soalnya yang nanti bakal dapat bonus unit penyertaan baru ketahuan pas tanggal 25 Juni. Doakan dapat sih ya, lumayan nih unit penyertaannya sebesar 10% dari total dana yang diinvestasikan. Kalau dari syaratnya sih, belinya harus 250.000 dan dapat bonus unit penyertaan maksimal 30%.

Oh ya, di hari Senin ini, Alhamdulillah pembelian Reksa Dana Syariah Mandiri Bukareksa Pasar Uang yang kuajukan di hari Jumat pagi sudah disetujui di hari Senin ini. Ternyata sesuai janjinya, bahwa proses pembelian tidak memerlukan biaya, jadi seluruh saldo di BukaDompet yang kubelikan Reksa Dana Syariah Mandiri Bukareksa Pasar Uang 100% jadi unit penyertaan, sampai ada empat angka di belakang koma segala, hihi.
Pembelian tidak dikenakan biaya apa pun!

Jumat besok jadi pengen berburu lagi aahh..walau sudah jelas bahwa unit penyertaan bonus maksimal 30 ribu, xixixixi..


*bukan sponsored post. Murni pengalaman pribadi.

Selasa, 30 Mei 2017

Aplikasi Android Untuk Belajar Saham


Postingan lalu, aku sudah membahas kesalahan mendasar dan fundamental (halah), kenapa aku masih losess di saham.

Baca: Tiga Kesalahanku sebagai Trader Pemula dan Caraku Mengatasinya

Ada tiga kesalahan mendasar, yaitu timeframe yang belum jelas, belum punya indikator pegangan, dan yang paling parah nih, sering salah entry di harga bawah yang masih mau ke bawah lagi. Parahnya, aku masih baper mau stop loss. Padahal, saham itu adalah tentang pengendalian emosi. Jangan terlalu cinta sama saham yang cuma 'morotin' kamu. Gitu kata suhu di grup chatting saham.

Nah, aku harus move on dari semua kesalahan itu. Aku harus lebih sering mempelajari chart dan indikator-indikator, agar langkahku mantap untuk entry dan exit di suatu saham. Masalahnya, aku cuma ngandelin smartphone nih. Ribet kalau harus via pc atau laptop. Seringnya juga aku belajar saham sembari mengerjakan pekerjaan rutin yang nggak memungkinkan anteng di depan layar komputer.

Alhamdulillah sekarang banyak aplikasi android yang mumpuni untuk belajar saham. Aku selalu pakai aplikasi ini untuk menganalisa saham mana yang ingin kubeli.

1. Aplikasi dari Sekuritas



Karena aku punyanya akun di Danareksa, maka aplikasi wajibku ya Danareksa Online. Sejauh ini, aplikasi Danareksa Online kugunakan hanya sebatas untuk jual-beli saham saja. Kedepannya mau lebih memaksimalkan fitur automatic tradingnya. Sebenarnya aku lihat aplikasi mobile-nya mansek (Mandiri Sekuritas) lebih mudah dipahami dibanding aplikasi bawaan Danareksa (cuma pernah lihat punya teman). Tapi, nggak ada gunanya juga aku instal, wong nggak ada akun disana. Nambah akun? Ntar dulu deh, cuma satu aja belum pernah top up lagi.

2. RTI bussiness

Ini aplikasi andalan untuk menganalisa fundamental suatu perusahaan. Must have application buat value investor. Tampilan aplikasinya menarik dengan paduan warna putih dan hijau. Terdapat chart tanpa indikator yang menyimpan data harga saham sampai 5 tahun kebelakang. Suka kepoin bagian cum date deviden saham, biar tahu kapan saham inceran bagi deviden, hihi.

3. Stokbit
Awal trading, aku sering mantengin website ini. Tapi semenjak pakai RTI, aku jarang buka ini. Ternyata, versi aplikasinya isinya lengkap bo! Ada forum diskusi, blast berita terupdate yang sudah diklasifikasikan per saham. Dan yang terpenting, ada chart online dengan bermacam indikator yang memudahkanku menganalisa grafik harga saham. Boleh dibilang, inilah nyawaku dalam menganalisa tehnikal saham.
Keren banget, watchlist dan chartnya bisa digunakan, FREE!


4. Indonesia Stock Exchange Data
Dulu, aplikasi ini sempat jadi dasarku trading saham. La enak je. Udah ada rekomendasi jelas di setiap saham. Ada fitur bandarmologynya juga. Sayangnya, kalau mau memanfaatkan fasilitasnya secara lengkap, kudu langganan 70 ribu per bulan. Lah profit trading bakal habis buat bayar iuran aja ntar. Dan lagi, rekomendasi dari aplikasi ini masih perlu dianalisa sesuai trading plan masing-masing.
Cukup komplit toolsnya, sayang berbayar, wkwkwk.

5. Fibonacci Calculator
Karena di stockbit tidak tersedia indikator fibonacci, maka aku pakai aplikasi sendiri untuk fibonacci. Masih jarang kuaplikasikan sih, soalnya aku masih belum begitu paham memanfaatkan fibonacci *tutup muka


Cuma itu saja sih aplikasi yang kupakai. Apapun aplikasinya, yang penting harus terus belajar dan berlatih saham. Biar cuan makin lebar. Kalau teman-teman pakai aplikasi apa?

Minggu, 28 Mei 2017

Tiga Kesalahanku sebagai Trader Pemula dan Cara Mengatasinya

Sudah lama gak posting tentang 'belajar saham'. Ada begitu banyak materi yang tersebar di jagat internet dan grup chatting, bikin aku bingung,

Mau pelajari yang mana dulu?
Mau kuasai yang mana dulu?

Karena sejatinya semua itu kadang saling berhubungan. 

Buku Technical Analysis for Mega Profit sudah khatam dibaca. Grup chatting selalu disimak, tutorial youtube cukup banyak yang ditonton. Tapi masih losess aja, kenapa ya?


Ternyata aku melakukan kesalahan mendasar yang harus segera kuperbaiki:

1. Timeframeku nggak jelas.
Kadang cuan sedikit gatal lepas. Giliran losses parah, malah kutahan. Entrynya enak, selama ada deposit. Tapi mau exit susah, yg kadang sayang masih bisa naek, ternyata abis itu nyungsep. Kadang juga gak tahan liat tu saham merah terus dijual (sedekah sama bandar? Wahahaha). Seringnya sih itu, telat keluar terus nyungsep, ato malah kecepetan keluar jadi cuan gak maksimal. 

Tapi intinya itu, timeframeku kudu dipastikan dengan jelas. Kalau buat invest, harus benar pilih perusahaannya. Habis beli ya nggak usah diutak atik. Tapi kalau buat trading, yang paling utama harus disiplin money managementnya. Kelihatannya sepele, tapi justru ini yang paling krusial dari bisnis (cie) saham. Kudu displin dan no baper. Paling enak pake automatic trading, cuma porto juga masih seiprit-iprit. Masih belum begitu paham pakai fitur automatic trading juga (dasar gaptek).

2. Suka ikut-ikutan orang. Tapi malu bertanya. 
Aku sebenarnya beruntung punya banyak orang baik yang bersedia membagikan ilmu sahamnya secara gratis di grup chatting. Aku juga punya sahabat yang bertahan menggeluti saham dari 4 tahun yang lalu. Kurang berkah apa coba? Tapi kadang aku suka takut bertanya. Nanti pertanyaanku salah nggak ya? Nanti aku ngerepotin dia nggak ya? Tapi dilain sisi, aku suka ikut rekomendasi mereka juga. Padahal kan harusnya sebelum ikutan rekomendasi orang, sebaiknya kita analisa sendiri dulu supaya yakin dengan pilihan kita. Dan yang terpenting, tetap disiplin dengan stoploss.

3. Sukanya nyari saham murah di bawah.
Nggak salah sih sebenarnya, tapi ternyata perlu dipahami juga tren dari saham itu. Kalau downtrend, sebaiknya jangan mulai koleksi kecuali sudah ada tanda pembalikan arah. Masalahnya aku tu masih sering nggak paham, kapan mulai reversal atau balik arah. Kadang cuma false break, terus saham nyungsep lagi.

Dan, kembali lagi, kudu disiplin sama money management...Biar nggak baper, sebaiknya sih pasang automatic trading machine. Tetapkan nilai saham yang dibeli dan exit point yang dituju.

Bila berhasil membenahi tiga hal ini, aku yakin aku sukses menjadi investor yang bahagia.

Jadi mulai sekarang, aku bakalan fokus:
1. Membuat jurnal trading dan menganalisa indikator yang kupakai. 
2. Lebih giat mempelajari chart ketimbang diombang-ambingkan rekomendasi sana sini.
3. Untuk hal itu, Alhamdulillah aku sudah menemukan aplikasi android chart online, lengkap dengan berbagai indikatornya. Next bakalan aku bahas aplikasi pendukung trading. Aku full pakai smartphone soalnya nih.

Baca: Aplikasi Android untuk Belajar Saham

2. Mencoba berani bertanya kepada mereka yang expert
3. Memaksimalkan penggunaan ATM (automatic trading machine) agar bebas baper dan stress free.

Bismillah.

Jumat, 26 Mei 2017

Resume: 30 hari Jago Jualan

Ini adalah Buku ke-5 dari @DewaEkaPrayoga, seorang Business Coach yang telah membantu banyak pengusaha dalam meroketkan omset bisnisnya berkali-kali lipat. Boleh dapat ebook ini secara gratis, so boleh dong aku resume secara gratis pula, semoga bermanfaat.


Langkah awal untuk menggenjot penjualan adalah dengan menetapkan target tahunan. Buat daftar target yang sudah dicapai, alasan target tersebut harus tercapai, persen keyakinan taget itu tercapai, sumber daya yang diperlukan agar target tercapai, dan supaya disiplin, tetapkan reward n punishment terhadap pencapaian target.

30 teknik jualan laris
1. Pertanyaan pilihan. Buat 5 alternatif pertanyaan untuk calon pembeli
2. Ya ya ya. Buat pembeli berkata ya sebanyak-banyaknya. Buat 7 pertanyaan yang akan dijawab hanya ya tau tidak.
3. Kelangkaan produk. Produk bagus dengan stok 'limited' akan membuat orang berlomba-lomba membelinya.
4. Now or never. Desaklah calon pembeli menolak atau menerima penawaran saat itu juga. Dengan diskon atau hadiah yang hanya berlaku di hari itu saja.
5. Harga coret. Secara psikologis calon pembeli akan senang dengan harga diskonan.
6. Otoritas. Power/pengaruh saat menjual. Sekarang mungkin via buzzer atau selebgram ya? Atau apabila kita atau saudara kita punya kedudukan dan popularitas, bisa dimanfaatkan untuk menggaet pembeli. Pembeli akan lebih 'trust' bila membeli dari penjual yang berpengaruh.
7. Tanya balik! Jangan biarkan percakapan berakhir di kita.
8. Machine gun. Tanya sampai calon pembeli siap mendengarkan solusi terbaik dari anda. Penawaran produk pada akhir pertanyaan.
9. Surprise. Berikan kejutan bagi calon pembeli.
10. A B C. Temukan kebutuhan konsumen dan kemas dalam bentuk penawaran
11. Ubah kata. Buat kata-kata yang akan menggerakkan hati calon pembeli untuk membeli produk anda. Misal menggunakan kata 'anda' dibanding kata 'saya', 'harga' menjadi 'investasi'.
12. Perbandingan. Tapi buat pembeli memutuskan sendiri.
13. Cross selling. Tawarkan produk lainnya.
14. Tukar tempat. bersimpati dan mengandaikan diri sebagai calon pembeli agar calon pembeli bersedia mengatakan keberatannya.
15. Cek stok. Pura-pura cek stok, biar terkesan barangnya tinggal sedikit.
16. Pengandaian. Misal pas jual asuransi. Ajak pembeli berandai-andai bila tidak membeli produk kita. Tapi jangan lebay juga buat pengandaiannya ya, hehe.
17. Pura-pura bego. Agar pembeli meyakinkan lagi pilihannya. Misal jual rumah, terus tawarkan tipe yang lebih besar.
18. Gali alasan agar pembeli HARUS membeli produk anda, sekarang!
19. Ikut-ikutan. Manfaatkan sifat ikut-ikutan pembeli. Bujuk leadernya, maka followernya akan mengikuti.
20. Tonjolkan manfaat produk. Yakinkan bahwa pembeli akan mendapatkan manfaat maksimal dari produk.
21. 1 2 3. Berikan 3 keuntungan secara ringkas dalam 1 penawaran.
22. Before after now. Ceritakan yang anda rasakan terhadap produk anda. Testimoni dari penjual hendaknya jujur agar meyakinkan calon pembeli.
23. Mengunci jawaban pembeli. Buat pertanyaan pilihan layaknya machine gun tadi.
24. Visualkan dalam secarik kertas. Keuntungan yang akan didapatkan dari produk.
25. Promo kreatif. Pakai cara gila dan antimainstream!
26. Jokes. Bangun kedekatan dengan candaan.
27. Ajakan untuk membeli produk segera bila calon pembeli menunjukkan keertarikan.
28. Rahasia. Buat pelanggan diistimewakan dengan 'rahasia', seolah-olah hanya dia yang mendapatkan promo tersebut.
29. Selalu follow up. Jangan bosan mem-follow up calon pembeli yang belum closing.
30. Minta testimoni pembeli. Agar calon pembeli selanjutnya yakin dan mau membeli. Lebih baik lagi bila testimoni dari orang terkenal.

Tantangan terakhir:
Penjual hebat suka tantangan. Siap dipaksa.

Sabtu, 22 April 2017

8 Langkah Investasi di Pasar Modal


8 langkah Investasi di Pasar Modal adalah slide materi yang disampaikan oleh Pak Hari Mulyono pada kelas Akademi Berbagi tanggal 1 April lalu. Slide ini sebenarnya tidak terlalu dibahas, akan tetapi, menurut hemat emak, slide inilah yang akan menjadi kunci kita dalam berinvestasi di pasar modal. 8 langkah itu antara lain:

1. Pahami tujuan investasi
Tujuan investasi akan menentukan lamanya waktu kita berinvestasi. Apakah untuk biaya pendidikan, persiapan pensiun, persiapan menikah (mungkin)? Berapa lama dana investasi itu akan direalisasikan? Semakin lama kita berinvestasi, maka hasilnya akan semakin maksimal. Sebaliknya, bila waktu investasinya hanya sebentar, sebaiknya pilihlah produk investasi dengan resiko yang kecil.

2. Kenali profil resiko
Di pasar modal, ada banyak produk investasi, salah satunya yang giat dipromosikan adalah produk investasi saham. Nah, saham yang terdapat pada bursa pun ada banyak, terdapat lebih dari lima ratus emiten yang listing di bursa. Masing-masing punya karakternya sendiri. Kita harus bisa mengenali profil produk pasar modal yang tepat untuk kita. Kalau kita bisa tolerir dengan losses dan menghendaki return tinggi, maka kita bisa dikategorikan sebagai investor risk taker. Tapi kalau losses bikin kita tidur tidak nyenyak, maka bisa dikategorikan bahwa kita risk averter/avoider.

3. Pelajari alternatif investasi
Selain saham, ada banyak produk pasar modal lain seperti reksa dana, ETF, Obligasi, Sukuk. Untuk tipe risk averter, reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, atau sukuk adalah pilihan yang bagus untuk memulai investasi. Pilihlah saham blue chip yang fluktuasi harganya tidak membuat 'jantungan'.

4. Pahami tingkat resiko produk investasi
Produk investasi memiliki tingkat resiko yang sebanding dengan returnnya. Jangan keblinger saham gorengan yang kenaikan harganya bisa sangat fantastis, tetapi harganya kemudian jatuh dalam hitungan menit. Kalau kata para trader sih, "sayangi jantung anda."

5. Tentukan batas investasi
Dalam berinvestasi kita tidak boleh serakah. Tetaplah berinvestasi sesuai kemampuan. Istilahnya, money management. Nggak perlu juga sampai berhutang demi berinvestasi. Pakailah uang dingin alias uang yang memang dialokasikan untuk investasi.

6. Tentukan strategi investasi
Investasi itu tak ubahnya sebuah usaha. Perlu sebuah strategi agar dapat memenangkan investasi sesuai dengan target yang ditetapkan. Contohnya adalah strategi dalam membagi porsi dana untuk investasi jangka pendek berupa deposito, investasi jangka menengah berupa sukuk, atau pun investasi jangka panjang berupa saham. 

7. Manfaatkan jasa profesional apabila diperlukan
Kalau kita yang masih awam dengan pasar modal ingin mengalokasikan dana yang cukup besar di pasar modal, maka perlu dipertimbangkan untuk menggunakan jasa profesional sebelum memutuskan memasuki pasar modal. Kenyataannya, seringkali kita gegabah dalam mengambil porsi investi, begitu nyangkut barulah berkonsultasi dengan jassa profesional. Kan kebalik, hehe. Kalau dananya tidak terlalu banyak, bisa dicoba mulai mencicip investasi di pasar modal dengan porsi kecil dahulu. Sembari itu, tetap terus belajar mengenai produk investasi yang tengah dijalani.

8. Pertahankan tujuan investasi
Teguh hati dan jangan tamak. Prinsip ini penting di dunia pasar modal. Ketika sudah memutuskan mengalokasikan dana 5 juta rupiah untuk investasi jangka panjang, jangan kemudian 'menggerogoti' uang itu karena ajakan teman untuk masuk pada satu emiten. Perhatikan money management. Jangan sampai kena losses karena kita tidak sabar untuk exit pada sebuah saham yang masih dalam fase sideways. Investasimu, ya hidupmu, Jadi pertahankan tujuan hidup (investasi) sesuai terget awal, agar hasil investasi juga maksimal.

Demikianlah 8 langkah Investasi di Pasar Modal adalah slide materi yang disampaikan oleh Pak Hari Mulyono pada kelas Akademi Berbagi tanggal 1 April lalu.
IBX5900985BEEAD8

Rabu, 12 April 2017

Mau Wirausaha? Langsung Action Kayak Orang Goblok Aja!


Sudah lama banget aku baca dan bikin ringkasan buku yang berjudul "Belajar Goblok dari bob Sadino"
Tapi nyatanya, baru kali ini aku benar-benar paham esensinya. Mungkin saat ini belum sepenuhnya paham juga, karena pasca membaca buku itu kemudian resign dari perusahaan, aku merasa menjadi 'goblok' sehingga perlu banyak belajar di kehidupan. Oh ya, aku resign bukan gara-gara baca buku ini ya, emang nasibnya aja kudu resign dan kuliah lagi, hehe...

Semenjak resign dan kehidupanku menjadi 'dinamis'. Aku justru jadi makin percaya bahwa rezeki Allah itu maha luas. Gagal di bisnis online shop, ternyata aku ada hoki di dunia blogging. Gagal menjadi dosen UGM, tapi sempat bantuin beberapa dosen UGM dengan latar belakang proyek yang bermacam-macam.

Saat memutuskan kembali ke Sumatera, aku nggak banyak ekspektasi. Aku cuma berharap bisa sesekali ikut acara blogger Palembang. Alhamdulillah ada tawaran pekerjaan yang sekaligus memungkinkanku membawa Ais ke tempat kerja. Kebetulan beberapa kali ada acara blogger juga memungkinkanku membawa anak. Ternyata kembali ke Palembang membawa berkah buatku dan anakku. Aku jadi semakin dekat dengan anak semata wayangku, dan anakku sendiri bisa banyak belajar hal baru bersama ibunya.

Esensi 'goblok' dari suami

Suami saat ini sedang berjuang membangun bisnisnya. Menurutku dia lebih menerapkan prinsip goblok daripada aku. Di saat aku ragu memulai suatu bisnis, suami sudah nggak berpikir apa pun selain action untuk bisnis itu. Ada satu bisnis yang kekeuh dijalani suami, yaitu online shop benih tanaman. Awalnya aku malas membantu karena kupikir sia-sia saja nantinya. Emang kita bisa apa kok buka online shop pertanian? Ntar pembelinya dari mana, wong tempo hari aku coba bisnis online shop baju aja sepi pembeli. Aku masih dengan egoku bertahan bahwa mengembangkan blog atau sosmed itu jauh lebih worthed dibanding memulai bisnis online yang tempo hari gagal kujalani itu. Tetapi, egoku itu mulai luntur manakala aku mendapati DA blogku turun, kunjungan ke blog maupun youtube minim, kegiatan buzzer juga sudah jarang. Daripada frustasi mikirin ini, aku mulai bantu suami input produk ke ecommerce. Ternyata pesanan datang dari produk yang baru kuupload sejam yang lalu! Weh, menarik juga ternyata jualan online begini. Ketakutanku kalau nanti costumer complain ini dan itu ternyata nggak kejadian. Kekhawatiranku kalau barangnya nggak laku karena harga yang kami patok nggak bisa semurah pedagang besar juga tidak terbukti. Walaupun pesanan belum banyak, tapi aku yakin ibaratnya bayi yang baru belajar berjalan, suatu saat, bayi ini bisa berlari juga.

Banyak mimpi dan target yang ingin kucapai, tapi aku yakin rencana Allah yang paling indah. Yang penting keep trying n believing. Tetaplah merasa goblok, seperti kata Bob Sadino. Karena kita merasa goblok, kita bagaikan gelas kosong yang siap diisi air lebih banyak. Langsung action saja, masalah dipikir kalau sudah kejadian beneran. Bismillah.

Kamis, 06 April 2017

Kelas Akber Palembang "Why Should Invest in Capital Market?"


Sebelum mulai bahas materi tentang kelas Akademi Berbagi (Akber) Palembang kali ini, udah pada tahu belum sama program "Yuk Nabung Saham" yang diprakarsai IDX Indonesia? Jadi, untuk memasyarakatkan budaya investasi di Indonesia, IDX (Indonesian Stock Exchange) mensosialisasikan program "Yuk Nabung Saham". Nah, supaya orang tertarik buat "nabung" saham, orang harus tahu dulu dong, manfaat dari nabung saham itu apa?

Baca: edukasi saham sejak dini

Tema Akber kali ini sejalan dengan sosialisasi Yuk Nabung Saham ini. Why should invest in capital market? Emang untungnya apa sih? Untungnya jelas banyak cyyn. Tahu nggak kenapa? Soalnya pasar modal di Indonesia itu sedang bertumbuh pesat. Lihat data ini kalau nggak percaya. Dibanding bursa di seluruh dunia, kita paling kece bro!

Kelas Akber tentang pasar modal kali ini dibawakan oleh Bapak Hari Mulyono, Head of Representatif IDX Palembang. Acara berlangsung santai dan menyenangkan. Soalnya, ngomongin duit kan memang menyenangkan, ya kan ya sih? Selain itu, Pak Hari juga menyampaikan materi yang gampang dimengerti orang awam. Kayaknya sih, habis ikutan kelas ini, banyak yang terus buka rekening efek deh. Soalnya selesai acara banyak yang tanya-tanya cara buka rekening efek. Asyiknya di kantor IDX Palembang ini, di lantai bawah sudah ada beberapa sekuritas yang stand by, jadi harusnya para dedek emesh yang mau nabung saham nggak perlu bingung gimana mau memulai nabung saham. Atau baca postingan kakak tentang bagaimana membeli saham. Langkah awal yaitu, Memilih Sekuritas yang Tepat untuk Membuka Rekening Efek.
Bapak Hari Mulyono

Pada kelas kali ini, Pak Hari melakukan studi kasus tentang emiten SMBR alias Semen Baturaja. Dikatakan Pak Hari, pada tahun 2013 SMBR baru saja listing di bursa. Saat itu bisnisnya belum cakep seperti sekarang. Setelah listing di bursa dan meraup banyak modal dari investor, mulailah SMBR melakukan ekspansi usaha dan akhirnya berdampak pada harga lembaran saham SMBR. Menurut data yang kuunduh di RTI, harga saham SMBR di pertengahan 2015 sempat menembus sekitar 250, eh nggak sampai dua tahun sahamnya bisa melejit di 3500. Amazing kan? Nggak semua saham bisa begini sih, tapi kalau kita jeli, bisa juga kok nemu yang model begini. Keep learning and investing aja deh.*sambil afirmasi diri sendiri.

Sayangnya, pasar modal Indonesia yang kece begitu banyak dinikmati asing saja. Soalnya banyak masyarakat Indonesia yang beranggapan kalau pasar modal itu judi. Padahal logikanya ya, kita memberi modal kepada perusahaan berupa pembelian lembaran saham. Dana tersebut diputar perusahaan untuk kegiatan bisnisnya. Bisnisnya bertumbuh, kemudian ada pembagian deviden. Fair kan? Sangat sesuai dengan prinsip Syariah pula. Nggak ada gamblingnya, karena yang bikin gambling itu pelaku pasarnya sendiri. Pelaku pasar yang malas mencari tahu emiten yang akan dibelinya. Yang cuma ikutan arus dalam membeli saham. Yang model begini yang bikin orang takut nyemplung di pasar modal. Padahal saat ini akses informasi mengenai semua emiten di bursa Indonesia, lengkap tersaji di website idx.co.id, tinggal kita mau aktif cari tahu atau tidak?
Suasana kelas. Nyaman.

Idealnya, pasar modal Indonesia seharusnya apple to apple dengan GDPnya. Dengan demikian negara Indonesia bisa maju dan minim korup. Soalnya yang bikin orang korup itu karena kurangnya penghasilan, ya kan?(normalnya sih begitu, kalau memang udah tuman sih beda cerita), nah pasar modal sebenarnya menjanjikan penghasilan tambahan loh. Halal pula. Di Singapura kenapa negaranya maju, ya karena GDP sama pasar modalnya sebanding, apple to apple.

Di Indonesia sendiri, masalah inflasi bukan karena nilai tukar rupiah atau perekonomian dunia. Indonesia tidak terlalu terpengaruh itu. Inflasi di Indonesia, menurut Budiono, terjadi karena masalah distribusi. Biaya distribusi masih membengkak, akibat infrastruktur yang kurang memadai. Jadi, solusi Jokowi saat ini untuk perbaikan infrastruktur di seluruh Indonesia sangatlah tepat ya. Moga-moga bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untu memaslahatan umat ya..

Di sesi tanya jawab, aku melemparkan pertanyaan mengenai cut loss untuk seorang investor. Begini jawaban dari Pak Hari.

Ada beda prinsip trader dan investor. Trader menganggap saham tak lebih dr selembar kertas. Sedangkan investor fokus dengan value saham tersebut. Jadi,selama value perusahaan tidak berubah, buat apa cut loss?

Sebagai investor, ada tips memilih saham dari Pak Hari:

1. Pilihlah saham yang undervalued. Yaitu saham dengan nilai saham lebih rendah dari nilai asset.

2. Pilih saham dengan core bisnis consumer. Bisnis seperti ini cenderung tahan banting pada suasana ekonomi apapun. Soalnya kebutuhan pokok manusia kan.

3. Perhatikan laporan keuangan perusahan.

4. Fokus pada max 4 saham. Ini prinsip dari costumer Pak Hari, yang konsisten profit karena setia pada 4 emiten saja.

Oh ya, sebenarnya pasar modal nggak cuma saham saja. Masih ada produk pasar modal lain seperti obligasi, sukuk, ETF, pasar uang, dll. Tapi buat anak muda yang dinamis seperti kita-kita ini (sok-sokan seumur sama dedek emesh di belakang), lebih worthed untuk investasi saham. Soalnya timeframenya kan untuk jangka panjang.

Sekali lagi, keep learning and investing. Yeay!

Rabu, 05 April 2017

Edukasi Pasar Modal Sejak Dini

Sampai di kantor IDX Palembang, yeay!
Melanjutkan Saturdate siang ini sama anak lanang. Kalau tadi temanya senang-senang dan liburan, kalau yang ini temanya agak mikir, tapi asyik buat dipikir. Soalnya mikir duit, siapa sih yang nggak suka mikir (punya) duit?

Sebagai emak yang concern sama investasi, aku nggak bakalan mau ketinggalan sama event Akademi Berbagi kali ini yang mengangkat tema "Why Should Invest in Capital Market?". Sebagai investor (wanna be) sejak Mei 2016, alias seumur dengan blog ini, wakakakakak, aku menyadari pentingnya berinvestasi sedini mungkin di pasar modal. Ternyata, gemar menabung saja tidak cukup, karena menabung saja akan membuat uang kita tergerus inflasi. Dengan berinvestasi di pasar modal, maka uang yang kita miliki bisa menjadi produktif, tanpa kita harus mumet membuka usaha. Walaupun sebenarnya, keinginan terbesarku ikutan kelas akademi berbagi kali ini adalah karena penasaran pengen lihat kantor IDX Palembang *dasarnorak. Habis kalau lewat di depan kantornya IDX Palembang ini aku selalu membatin, "kapan ya diundang acara disana, pengen deh punya jaringan investor di Palembang." JEBRET. Allah kabulkan doa itu. Dan bertemulah aku dengan para investor dan calon investor muda di acara ini.

Investor muda di kelas Akber

Aku datang terlambat tapi untungnya Pak Hari Mulyono baru saja memulai slide pembukanya. Aku langsung memilih kursi paling depan, supaya nanti enak foto materinya. Wkwkwk. Sampai lupa kalau aku bawa anak kecil. Kalau doi ribut pegimane yak? Alhamdulillah Ais anteng dengan tabletnya.

Investor termuda lagi merancang 'bisnis properti lego'

Tapi sempat beberapa kali minta keluar buat ke kamar kecil. Terus sekalian tak ajak sholat ashar sekalian saja. Pas sholat doi malah kerasin bacaan sholatnya. Mau nggak mau si emak ikutan kerasin bacaannya, buat benerin beberapa bacaan sholat yang masih salah.

Habis sholat kami lalu mengeksplor kantor IDX. Pada layar TV disiarkan acara di saluran TV IDX, pelan-pelan aku kasih tau Ais, "Besok tempat Uti  nontonnya acara ini aja ya?" *emak cari bolo *Ais cuma jawab dengan ekspresi begini...


Di lantai 2, terdapat banner besar dengan tulisan "Yuk Nabung Saham", langsung aku minta Ais buat foto disana. Biar nanti kalau sudah besar Ais bisa lihat, ini lo emakmu udah ngenalin saham dari kamu piyik, wkwkwk.


Jadi, kalau orang tua dulu mengajarkan kita untuk menabung, saat ini, prinsip hidup hidup hemat dan menyisihkan pendapatan tetap menjadi budaya yang harus dipertahankan, tapi, menyisihkan pendapatan tak cukup hanya ditabung, akan lebih bijak jika diinvestasikan. Sambil tak lupa investasi kepada Allah SWT alias sedekah ya. Kedepannya, bila ada kesempatan acara tentang investasi seperti ini, aku pengen bisa ajak Ais lagi. Aku pengen Ais "melek duit" dengan benar. Jadi bukan melek duit buat jajan, tapi melek duit buat usaha dan investasi.

Ngomong-ngomong jajan, sebenarnya investasi di pasar modal itu seperti belanja di marketplace loh. Kita bisa memilih berbagai produk investasi sesuai profil resiko kita. Atau kalau mau investasi saham, kita bisa pilih sekitar lebih dari lima ratus emiten. Hanya saja "katalog"nya perlu diperhatikan benar. Baca prospektus keuangan masing-masing produk investasi dengan seksama agar kita tidak merasa dirugikan di kemudian hari.

Oh ya, khusus untuk saham, pergerakannya itu sangat dinamis. Jadi, sebaiknya targetkan saham untuk investasi jangka panjang, karena kalau untuk jangka pendek, fluktuasinya cukup tinggi. Tips untuk investasi saham, jangan panikan. Kalau harga saham kita turun, itu berarti kesempatan membeli kembali dengan harga diskon. Makanya, sebelum memutuskan membeli satu emiten saham, teliti dengan pasti perusahaannya, bagaimana laporan keuangan dan prospek bisnisnya. Pilih maksimal 4 saham saja, nggak usah terpengaruh dengan bisikan-bisikan di luar. Pak  Hari mencontohkan salah satu kliennya yang sukses berinvestasi saham karena fokus pada 4 emiten saja. Kalau 4 saja cukup, ngapain "piknik" cari saham lain?

Pilih saham yang mana?

Jadi, pilih saham apa hari ini? Keep learning and investing ^_^

Materi kelas akademi berbagi kali ini di postingan terpisah ya. Biar fokus ke materi presentasi.

"Why Should Invest in Capital Market?"




Senin, 27 Maret 2017

Dilema Rumah Baru vs Rumah Bekas



Ini bukan artikel placement ya, ini murni pengalamanku dan suami memilih rumah untuk tempat tinggal kami di Palembang sekaligus untuk investasi di hari tua nanti.

Lokasi

Prinsip utama suami dalam memilih rumah adalah lokasi. Keadaan bangunan nomor dua, karena yang penting dalam investasi properti adalah pada lokasi. Semakin bagus lokasinya, maka semakin cepat harga tanahnya meningkat. Itu yang diharapkan dalam sebuah investasi, ya kan?

Dalam memilih lokasi, yang penting untuk diperhatikan adalah kondisi lingkungannya. Aman nggak lingkungannya? Jangan sampai salah pilih lokasi yang rawan pencurian dan kejahatan. Mau semurah apa pun harga yang ditawarkan, nggak usah deh. Lokasi yang kayak begini bakalan susah naik harganya. Boro-boro naik, jangan-jangan dijual pun nggak ada yang mau beli. Rugi kan?

Pertimbangan selanjutnya adalah bagaimana keadaan anak-anak disana? Soalnya anak-anak ini yang akan jadi teman main anak kita. Sebisa mungkin cari lokasi yang lingkungannya 'sekufu' dengan kita. Jadi bisa klop dengan tetangga. Stres juga lo kalau nggak bisa kompak dengan tetangga. Secara tetangga bakal jadi orang terdekat kita.

Setelah masalah keamanan dan keharmonisan dengan tetangga, kemudahan mobilisasi ke tempat kerja juga harus diperhatikan. Okelah, tempat kerja terlalu mainstream, ke tempat usaha deh (eeaa). Makin dekat lokasi tinggal dengan tempat usaha, berarti makin efisien biaya operasional. Lebih mudah memantaunya juga pastinya.

Dari beberapa pertimbangan itu, pilihan kami mengerucut pada lokasi rumah di sekitar Talang Kelapa. Beberapa pertimbangan memilih lokasi disana, antara lain:

1. Lokasinya dekat dengan tempat kerja. Jadi efisien di ongkos nantinya.

2. Talang Kelapa adalah daerah yang sedang berkembang. Secara harga sudah agak mahal, tetapi masih worthed untuk investasi.

3. Banyak pilihan perumahan, dari yang elit, biasa, sampai yang masih perkampungan. Dari yang masih tahap pembangunan, sudah siap huni, rumah bekas yang masih harus direnov, sampai rumah bekas yang sudah siap ditempati.

4. Mulai banyak pilihan seolah yang bagus untuk anak di daerah Talang Kelapa.

5. Dekat dengan jalur busway. Jadi kalau mau ke kota gampang aksesnya. (Ini sih hobiku sama Ais, ngebolang murah, haha)

Nah, poin ketiga ini ternyata sempat membuat kami berselisih paham. Di satu sisi aku pengennya cari rumah bekas yang siap ditinggali saja, sedangkan suami pengennya cari rumah baru yang pasti kualitas materialnya dan memungkinkan dimodif. Kebetulan rumah incaranku bangunannya sudah dari 2004 dan kualitas materialnya masih standar. Terus dari perselisihan kami, keluarlah plus minus rumah bekas vs rumah baru.

Rumah bekas

Plus:
1. Biasanya rumah sudah siap huni, dan kalau pun harus renov, pastikan tidak terlalu banyak renovnya.

2. Kalau ada apa-apa, kita bisa curhat sama pemilik rumah lama. Tipsnya sih, cari penjual rumah yang asyik, pastinya doi jual rumahnya sendiri, bukan perantara apalagi agen lelang rumah. Xixixi

3. Harganya lebih miring dan kalau beruntung dapat penjual yang butuh duit, bisa tuh dapat rumah bekas yang bagus dengan harga murah.

Minus:
1. Namanya bekas, kondisi rumah pastinya nggak sekece rumah baru. Perlu persiapan dana darurat untuk perbaikan rumah. Nah, pinter-pinter milih rumah bekas yang bagus deh kalo ini.

2. Siapkan biaya PPh 5%, BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) 5% setelah dikurangi NPTKP ( Nilai Jual Objek Tidak Kena Pajak), PPN, Biaya Balik Nama, dan biaya notaris. Biaya ini sih kesepakatan dengan penjual, tapi ada baiknya untuk dipersiapkan semua.

3. Tidak leluasa lagi untuk modifikasi.
Untuk kasus rumah bekas idamanku, bentuk bangunan sudah susah untuk direkayasa. Kalau buatku yang malesan ini sih nggak masalah. Tapi buat suami yang pengen modif-modif rumah, hal ini jadi bermasalah.


Rumah baru

Plus:
1. Bangunan baru, jadi dijamin masih prima kondisi rumah saat ditinggali nanti.

2. Lebih leluasa memilih lokasi karena biasanya developer memiliki banyak pilihan lokasi.

3. Masih memungkinkan untuk modifikasi bangunan. Tapi nggak bisa leluasa juga, soalnya rata-rata sedia tanahnya mepet.

Minus:
1. Harga pasti lebih mahal. Soalnya kita bayar developer juga kan.

2. Belum tentu langsung punya tetangga. Namanya perumahan baru biasanya masih sepi. Jadi agak krik2 juga kalau kanan kiri masih kosong. Enaknya sih mungkin syukurannya nanti bisa hemat, la tetangganya dikit. Hahaha.

3. Kalau ada apa-apa, bisanya curhat sama developer doang. Ya iya kalo developernya sibuk, nggak bakal ditanggepi deh. Apalagi kalau masalahnya soal kondisi rumah, term conditionnya biasanya tidak memungkinkan kita bisa banyak komplain.

Endingnya, kita harus pilih rumah yang mana nih ya?

Rabu, 15 Maret 2017

[wiRABUsaha] Distributor vs Ritel

Wirabusaha is coming again!

Gak kerasa udah sebulan blog ini gak update #eh. Kalo nggak gara-gara kolaborasi sama Manda di saudagarsaham.id, mungkin blog ini bakal bulukan deh. Soalnya, sesuai rencana awal bikin domain investasiemak.com, pengennya sih banyak bahas tentang investasi dan usaha buat emak-emak. Tapi berhubung daku newbie di dunia usaha maupun investasi, jadi asal mau nulis pasti kena penyakit bingung mau mulai dan takut salah tulis. Akhirnya ya nggak jadi nulis-nulis ya, hihi.

Untungnya sih ada rubrik kolaborasi kayak gini. Masih tiap bulan dulu. Belum kuat soalnya kalau harus tiap minggu, karena membahas usaha dan investasi cukup 'berat' buatku.

Nah, setelah diskusi via WA dengan Manda. Kami putuskan bahwa tema bulan ini adalah. Jeng. Jeng. Jeng.

Distributor vs Ritel


Kenapa kita mengangkat tema itu? Ya karena kita berdua mengalami dua hal itu. Manda bergelut di usaha ritel toko kelontong, dan aku sendiri bantu suami sebagai distributor obat tanaman. Dari segi produk sih nggak berhubungan ya. Tapi dari sisi kegiatan usaha, kami ini saling berhubungan lho. Soalnya Manda pasti butuh barang dari distributor untuk didisplay di tokonya. Dan aku sendiri butuh ritel untuk membantu memasarkan barangku.

Baca tentang menjadi pengusaha ritel ala Manda: Serunya Menjalankan Bisnis Ritel

Nah kalau bagianku, tentang pengalaman menjadi (istri) ditributor nih. Hehehehe

Apa dan bagaimana menjadi distributor?

Jadi kalau dibuat skema, produk dari perusahaan itu akan melewati rantai distribusi sebagai berikut:

Perusahaan/Pabrik
 |
Distributor
|
Ritel/toko 
|
Konsumen

Nah, distributor sendiri ada distributor besar, distributor kecil, dan distributor yang merangkap ritel. Enaknya jadi distributor, kita nggak perlu lokasi strategis untuk memasarkan produk. Tapi, kita harus punya ruangan yang cukup untuk gudang penyimpanan sementara produk dari pabrik ke ritel. Nah, modal apa sih yang harus dipunya untuk menjadi distributor?

1. Koneksi
Menjadi distributor itu yang utama adalah memiliki koneksi. Ya iyalah, soalnya kan kita penghubung antara perusahaan dan ritel yang akan memasarkan produk. Nggak sembarang orang bisa jadi distributor.

2. Badan hukum minimal CV
Karena dengan menjadi distributor kita akan berurusan dengan perpajakan dan berbagai macam surat menyurat, maka untuk menjadi distributor resmi memerlukan badan hukum minimal CV.

3. Gudang yang memadai
Sebagai distributor, kita akan memerlukan pemesanan produk ke pabrik dalam jumlah besar (supaya dapat harga murah, margin keuntungan lebih besar). Tapi, seringkali produk tersebut tidak langsung disetorkan kepada ritel, ya kan? Oleh karena itu, kita perlu gudang yang memadai untuk menyimpan produk yang belum didistribusikan.

4. Armada yang mumpuni
Namanya juga distributor, tugasnya ya mendistribusi produk. Tentu perlu armada yang mumpuni untuk mendistribusi produk. Minimal mobil pick up lah. Dulu sih awalnya aku kira pakai mobil minibus cukup, ternyata kalau cuma minibus ngga cocok costnya, soalnya mobil biasa kapasitasnya kan terbatas.

5. Mental yang kuat
Ini sih mental yang harus dipunyai semua pengusaha. Dalam proses menawarkan produk ke toko/ritel pasti ada saja penolakannya. Belum lagi kadang ada pungli di jalan (sekarang sudah jarang sih). Fisik juga harus kuat. Karena tak jarang kita harus bongkar muat barang sendiri. Kalau untuk yang satu ini sih suami nggak izinin aku ikutan angkat-angkat. Suruh madep laptop ngurusin admin aja katanya. Hihi

Nah, berhubung kolab kali ini tentang Ritel vs Distributor, jadi dari kacamata distributor, daku punya beberapa harapan yang semoga dimiliki setiap ritelku, hihihi..

1. Ritel yang pembayarannya lancar

UUD, ujung-ujungnya duit. Tentu sebagai distributor berharap setiap ritel tertib melakukan pembayaran. Soalnya para distrubutor juga dikejar kredit pelunasan produk sampai 45 hari kerja saja. Kalau pembayarannya nunggak, bayar tunggakan ke pabriknya gimana? *melas.

2. Ritel yang ramai, jadi barangnya cepat habis

Setiap ritel pasti berharap begini juga dong ya. Tokonya laris manis, perputaran produk dan uang jadi lancar. Kalau ada ritel yang begini, dijamin jadi rebutan para distributor deh.

3. Ritel yang bersahabat

Okelah nggak semua ritel bisa lancar pembayarannya, karena penjualan produk juga kadang tidak bisa diprediksi. Tapi paling nggak, jadilah ritel yang bersahabat dan kooperatif. Ketika sudah waktunya tagihan ternyata produk belum laku juga, ya jujur saja bilang ke distributornya. Mau kasih tenggat waktu lagi, atau produk ditarik saja? Jangan bayarannya digantungin, tapi produk nggak juga dikembalikan. Kalau expired kan distributor juga yang menanggung resikonya.

Kayaknya tiga poin itu dulu aja deh ya? Toh kami sebagai distributor juga tidak sempurna, yes?

Any question so far, boleh banget dikomen yaaa..

Jumat, 03 Maret 2017

Pengalaman Memesan Sukuk Ritel SR-009

Sukuk Ritel is back! Seri SR-009


Rasanya nggak nyangka akhirnya bisa pesan sukuk ritel juga. Soalnya dulu masih zaman SR-005 sempat pengen ikutan tapi nggak dapat jatah. Karena dulu agen penjual Sukuk cuma Bank Syariah. Lah daku cuma punya the only one rekening tabungan bank konvensional yang saat itu dipake buat transfer gaji (dan perusahaan tidak memperkenankan bank lain), ya sudah.

Sekarang, investasi berbasis syariah sudah lebih masif. Jujur saja aku lebih mantap berinvestasi di Sukuk ketimbang duitnya didepositokan. Walaupun jangka waktu Sukuk lebih lama, tapi toh memang 'uang dingin' yang aku pakai. Jadi begitu ada info tentang penawaan Sukuk Ritel SR-009 ini, aku langsung semangat pengen pesan.

Saking semangatnya, sebelum masuk masa penawaran, aku sudah tanya-tanya ke bank. Asyiknya, bank dimana satu-satunya rekeningku berada (ecie) ternyata jadi agen penjual Sukuk ini. Kebetulan saat itu aku sedang bermasalah dengan ATM tertelan, jadi sekalian tanya-tanya ke CS tentang Sukuk Ritel SR-009 deh.

Ternyata, walau belum masuk masa penawaran, aku sudah bisa pesan lho. Si Mbak CS menawarkanku untuk isi form pemesanan serta memintaku menunjukkan KTP, buku tabungan, dan NPWP. KTP sama buku tabungan si oke, wong habis ngurus ATM, tapi NPWP nggak kubawa. Habisnya trauma kemarin sempet ilang dompet terus nambah-nambahi kerjaan aja kudu urus kartu NPWP ke kantor pajak (padahal ngurus NPWP ke kantor pajak paling gampang, pelayanan cepat dan tentu saja gratis). Back to syarat pemesanan SR-009, jangan lupa ya dipersiapkan KTP, buku tabungan, dan NPWPnya. Disarankan sih ke bank yang kita sudah punya rekeningnya, jadi nggak perlu ribet buka tabungan atau buat dokumen surat berharga.

Apa sih menariknya ikutan Sukuk Ritel SR-009?

Kalau menurutku pribadi, sukuk jelas sangat menarik dibanding deposito. Soalnya imbal hasil lebih tinggi. Jadi kalau rata-rata bunga deposito adalah 6.2% (data dari pusatdata.kontan.co.id), nah Sukuk Ritel SR-009 ini kalau imbal hasilnya dikonversikan menjadi bunga, maka sekitar 6.9%. Selain potongan pajaknya lebih rendah. Kalau deposito dikenakan pajak 20%, maka imbal hasil Sukuk hanya dikenakan 15%.

Kalau pertimbangan utamaku  pilih sukuk sih karena nggak riba. Imbal hasilnya bukan berupa bunga melainkan bagi hasil. Dan disisi lain, sukuk menawarkan kepastian imbal hasil karena dijamin negara. Beda sama investasi reksadana atau saham yang kadang harus deg-degan dengan fluktuasinya.

Bagaiman mekanisme pemesanan Sukuk Ritel SR-009?

1. Datang ke agen penjual yang ditunjuk Kemenkeu berikut ini:

PT Bank Mandiri (Persero), Tbk
PT Bank Danamon Indonesia, Tbk
Citibank N.A.
PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk
PT Bank ANZ Indonesia
PT Bank DBS Indonesia
PT Bank Permata, Tbk
PT Bank Muamalat Indonesia, Tbk
PT Bank Mega, Tbk
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk
Standard Chartered Bank
PT Bank Pan Indonesia, Tbk
PT Bank OCBC NISP, Tbk
PT Bank CIMB Niaga, Tbk
PT Bank Central Asia, Tbk
PT Bank Maybank Indonesia, Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk
PT Bank Commonwealth
PT Bank Syariah Mandiri
PT Trimegah Sekuritas Indonesia, Tbk
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd
PT Bank BRISyariah

Waktu pemesanan adalah dari tanggal 27 Februari sampai 17 Maret 2017.

2. Isi form pemesanan dan menunjukkan buku tabungan, KTP, dan NPWP yang masih berlaku.

3. Tunggu penjatahan di tanggal 20 Maret 2017. Kalau tidak dapat jatah maka uang akan dikembalikan maksimal 3 hari kerja yerhitung sejak tanggal 23 Maret 2017.

4. Menerima imbal hasil perdana pada 10 April 2017. Hore!

Yang perlu diketahui tentang SR-008:
1. Masa jatuh tempo adalah 3 tahun, yaitu pada 10 Maret 2017. Jadi kalau kira-kira duitnya bakal kepake sebelum 3 tahun, mending dipikirkan dulu deh keikutsertaannya.

2. Berbeda dengan ST-001 yang tidak bisa diperdagangkan di pasar sekunder (macam jual beli saham gitu), SR-009 seperti Sukuk Ritel pendahulunya, yaitu bisa diperdagangkan di pasar sekunder. Tapi ada resiko nilainya menurun di pasar sekunder. Amannya ya investasi full selama 3 tahun itu (kalau untuk tipe investor yang risk avoider). Kalau pas jatuh tempo, nilai kuponnya tetap seperti awal pembelian.

3. Satu kupon SR-009 adalah 5 juta rupiah. Nggak usah malu kalau cuma sanggupnya 1 kupon saja. (La yang bikin tulisan ini juga cuma pesan dikit, gaya banget terus bikin tulisan yak? Haha). Paling nggak sekalian nyicip investasi yang syariah dan aman, ya kan?

4. Penawaran SR-009 terbatas hanya sampai 17 Maret 2017 (Di Bank Mandiri malah cuma sampai tanggal 14 Maret). Jadi, nggak usah pakai mikir lama buat pesan SR-009 kalau punya duit nganggur. Daripada duitnya kepakai untuk konsumsi yang nggak jelas, ya kan? Soalnya buibu kan suka kalap kalau lihat saldo masih tebal, hihi.

Yuk mulai investasi, karena emak bijak sadar investasi. ^_^

Selasa, 07 Februari 2017

[wiRABUsaha] Usaha dan Investasi untuk Emak itu PERLU!

Mulai bulan Februari ini, investasiemak bakalan ada rubrik #wiRABUsaha bekerja sama dengan manda di saudagarsaham.id. Isinya sih nggak jauh-jauh dari seputar usaha dan investasi untuk ibu rumah tangga.

Tema minggu ini adalah pentingnya ibu rumah tangga harus punya usaha dan investasi. Bukan buat gegayaan. Tapi memang beneran PERLU! *capslock jebol dah...

Yang ini bahasan Manda tentang Usaha dan Investasi:

#wiRABUsaha: Usaha dan Investasi ala Manda

Nah, di bawah ini aku pengen cerita, kenapa sih emak-emak itu perlu usaha dan investasi?

Emak-emak itu harus produktif

Pengalaman pribadiku nih, semenjak resign dari kerjaan, terus kuliah lagi, terus sampai sekarang masih job seeker aja, aku jadi berpikir lebih keras untuk mendapatkan tambahan. Ternyata dunia udah nggak seindah zaman dulu masih kerja kantoran, hihi. Cari kerjaan sekarang lebih susah plus kebutuhan hidup lebih banyak.
Kan udah punya suami, gampang lah, tinggal minta duit aja sama suami kan?
Iya sih, dengan berkeluarga kita bisa menggantungkan hidup pada suami. Tapi kasian atuh Pak Suami kalau semua istri mikirnya begini. Soalnya, dengan kondisi perekonomian yang fluktuatif seperti sekarang, cari duit memang kudu getol kuadrat. Kan kasian kalo suami nggak dibantuin cari duit? Memang sih, cari uang bukan kewajiban kita sebagai emak-emak. Tapi paling nggak kita harus jadi emak yang produktif. Biar nggak senewen en spanneng. Dapat tambahan uang itu bonus.

Be productive, be positive!

Dengan berpikir untuk produktif, kita dapat meminimalisir rasa cemburu sama suami. Iya rasa cemburu. Aku pernah punya tetangga yang bercerai gara-gara istrinya cemburuan sama suaminya. Usut punya usut, ternyata si istri kebanyakan nonton sinetron dan infotainment. Ditambah suaminya kerja di rumah produksi. Ketika suami pulang terlambat atau harus dinas di luar kota, si istri uring-uringan nggak jelas. Semua nasehat dari para tetangga nggak digubris. Akhirnya, kandaslah rumah tangga mereka karena kecemburuan berlebihan si istri.

Tragis ya? Padahal kalau si istri mau berpikiran positif dan berusaha mengoptimalkan potensinya, entah potensi memasak, menjahit, atau kalau sekarang yang lagi happening, yaitu ngeblog dan menulis, pasti hasilnya akan berbeda. Kelihatannya sih kesibukan seperti itu terlihat sepele, tapi dengan menyibukkan pikiran dengan hobi, maka nggak ada lagi tuh pikiran ngganggur cuma buat mikirin, suamiku sekarang lagi sama siapa? Beneran kerja atau selingkuh?

Nah, kalau kita sebagai istri hepi, nggak berpikir macem-macem, pastinya suami juga kerjanya tenang, anak-anak juga hepi. Betul?

Emak-emak perlu mempunyai kesibukan yang bermanfaat agar dirinya selalu upgrade. Karena di tangan emak-emaklah wajah generasi penerus Indonesia. Emak adalah guru pertama bagi anak. Pastinya pengen dong punya anak yang cerdas dan memiliki masa depan cerah. Nah, nggak perlu susu mahal kok untuk mewujudkan itu. Cukup kita sebagai ibu yang memberikan contoh baik pada anak, menanamkan jiwa untuk pantang menyerah namun juga pasrah pada takdir Allah SWT. Terus upgrade ilmu parenting kita, upgrade hobi yang kita percayai akan menambah penghasilan keluarga. Nggak perlu ngoyo, karena memang tugas utama kita adalah mengurus rumah tangga, tapi tetap ada target untuk setiap usaha kita. Tetap produktif agar selalu berpikiran positif, cheers!


Emak manajer keuangan keluarga. Melek investasi yuk...

Nah, selain emak-emak harus punya usaha aka kesibukan, emak-emak juga harus melek investasi. At least harus getol menabung. Soalnya emak kan manajer keuangan keluarga. Gimana caranya uang dari suami cukup buat kebutuhan sehari plus menabung. Metode 'amplop' alias mengalokasikan semua dana pada pos-posnya di awal bulan wajib dilakukan semua emak. Hal ini selain mengontrol pengeluaran juga 'memaksa' emak untuk rutin menabung. Kalau menabung sudah menjadi habit, maka investasi bukan hal yang sulit lagi.

Investasi buat emak ada macam-macam. Yang paling populer di kalangan para emak dari zaman dahulu adalah investasi emas. Tapi seiring waktu, investasi semakin terdiversifikasi. Emak-emak mulai banyak melirik jenis investasi dengan return yang lebih tinggi, walaupun resikonya juga tinggi. Investasi saham mulai diminati kaum hawa. Apalagi IDX juga lagi getol promo program Yuk Nabung Saham kan. Beberapa teman yang sudah mulai investasi saham mengatakan bahwa trading saham bisa menjadi kesibukan yang menghasilkan. Suaminya bahkan yang menyuruh mereka untuk menggeluti dunia saham. Ada yang menjadikannya sebagai usaha sampingan, yaitu trading for living (jual beli saham untuk penghasilan sehari-hari) maupun sekedar investasi (value investor). Menjadikan saham sebagai usaha sampingan tentu sudah harus siap dengan resiko rugi. Analisa teknikal harus dimantapkan.  Namun, menjadi value investor juga bukan tanpa resiko. Kenali dengan baik fundamental perusahaan agar investasinya menuai hasil yang maksimal.

Tentang investasi saham baca: Investasi di Pasar Modal seperti Merawat Tanaman

Investasi akhirat alias sedekahnya jangan lupa ^_^

Berbagai pilihan usaha dan investasi bisa emak pilih sesuai dengan minat dan bakatnya. Yang pasti, usahakan menyisihkan pendapatan dengan rutin untuk investasi. Supaya harta keluarga lebih barokah, jangan lupa investasi akhirat alias sedekah. Kalau hartanya sudah mencapai nisab, dahulukan bayar zakatnya. In sya Allah kedepannya rezeki tambah lancar. Aamiin.

Kalo katanya, happy tummy happy kids, maka have money happy mom. Xixixi.