Kamis, 30 November 2017

Teliti Sebelum Membeli Asuransi. Jangan Seperti Ini!


Disclaimer: Ini murni pengalaman pribadi seseorang yang 'terjebak' pada suatu produk perbankan yang katanya memberi manfaat investasi dan proteksi. Nyatanya manfaat itu tidak maksimal digunakan, dan belakangan baru sadar kalau ternyata penulis salah pilih produk asuransi. Jadi, yang salah BUKAN produk asuransinya ya, tetapi penulis sendiri ^_^

Tahun 2009. Tahun awalku bekerja. Sebagai seorang single yang bekerja, aku bersyukur bisa menabung dari hasil kerjaku. Lalu, suatu hari aku dikontak salah satu teman SMUku, dia mengajak ketemuan. Temu kangen lah bilangnya. Eh nggak tahunya aku diprospek untuk ikutan asuransi unit link perusahaannya. Karena nggak enak sama teman, plus aku nggak punya referensi apa-apa buat memutar tabunganku yang nggak seberapa itu, akhirnya aku setuju untuk membuka polis asuransi di perusahaanya.*klasik banget ya 'kecebur'nya aku di asuransi plus investasi ini.

Seiring berjalannya waktu, barulah aku menyadari bahwa aku salah memilih unit link sebagai armada investasi. Ya, aku sama sekali abai perihal manfaat asuransinya yang dituangkan dalam segepok polis berisi pasal-pasal. Yang aku mau tahu cuma, kalau dalam waktu sekian tahun, duitku jadi berapa. Itu aja! Soalnya mau manfaatkan fasilitas asuransi juga udah males ribet administrasinya. Dan Alhamdulillah sih emang selama pegang polis itu daku sehat-sehat saja (emang akunya rada malas berobat juga kalo sakit, xixixi). Satu-satunya momen aku mondok di rumah sakit adalah saat melahirkan, itu termasuk yang nggak dicover asuransi ini. Lah, kagak guna dong selama ini bayar premi? Lah iya, emang useless. Tapi, ada tapinya dong. At least selama beberapa tahun pegang asuransi itu, aku diproteksi kalau-kalau terjadi musibah aku meninggal dunia. Cuma, manfaat kek begini kan nggak kelihatan. Kata suami mah, ribet amat asuransi begituan. Tapi aku ikut asuransi murni pakai duitku, doi ya terserah aja jadinya.

Kenapa Akhirnya Beneran Berhenti?

Tahun 2014 aku berhenti kerja. Otomatis sumber dana buat bayar premi juga terhenti. Baru deh aku hitung-hitung lagi. Pos buat premi bisa buat makan sebulan. Lagian aku nggak dapat manfaat apa-apa selain apa yang disebut 'proteksi'. Ya kalo sekarang 'proteksi' belum penting, mending duit proteksi itu buat makan sekeluarga. Lebih berfaedah kan yes? Dan yang bikin aku makin yakin buat nutup polis itu adalah, ternyata kenyataan tidak seindah ilustrasi. Di ilustrasi digambarkan setelah sekian tahun, investasiku akan berkembang menjadi sekian. Kenyataannya, hasil investasi di bawah ilustrasi. Petugasnya bilang ini terkait dengan kondisi perekonomian Indonesia dan dunia yang sedang tidak stabil. Pret lah. Mana ada urus aku. Kalau aku suruh maklum sama kondisi ekonomi, mending aku investasikan sendiri sekalian, lah ngapain mahal-mahal bayar manajer investasi kalau nggak becus mengembangkan modal kita. Mungkin manajer investasinya sih nggak bego-bego amat. Tapi, namanya unit link, tiap bulan pasti ada premi yang dibayarkan untuk asuransi. Parahnya, yang beginian mereka bilangnya cuma dibayar 5 tahun pertama. Lah aku dah ikut 7 tahun, masih kena biaya yang nggak sedikit juga. Kayak gitu caranya, ya jelas habis lah dana investasinya.

Nah, waktu galau-galaunya aku antara mau lanjutin polis ini atau nggak, bapakku tanya gini:
"Lah kamu niat awalnya mau untuk proteksi apa investasi. Kalau proteksi, ya terusin. Investasinya itu bonus, jangan diharap besarnya. Tapi kalau untuk investasi, ya mending berhenti, karena jelas nggak menguntungkan."

Jleb. Aku sadar nggak mungkin merengkuh keduanya. Danaku saat ini terbatas, jadi aku harus memilih antara proteksi atau investasi. Dan jelas pilihanku adalah investasi. Aku harus mengorbankan untuk tidak membeli proteksi lagi. Aku putuskan untuk menghentikan polis asuransi unit link yang sudah berjalan 7 tahun itu. Jangan ditanya dapatnya berapa. Syukur masih ada dana yang bisa ditarik. Mayan buat tambah-tambah modal suami sedikit. Gitu aja.

Beralih ke Reksadana dan Produk Pasar Modal PURE Investasi

Gak ada noda nggak belajar. Gara-gara kejebak asuransi unitlink (aku bilang kejebak, soalnya aku gak merasakan manfaatnya tuh, masih mending nabung biasa deh-golongan nggak pro asuransi-nggak sampai anti juga sih), aku jadi sedikit-sedikit belajar soal investasi, khususnya investasi di pasar modal. Awalnya getol belajar reksadana, soalnya ini kan komponen investasi di unit link ku tempo hari. Dan Alhamdulillah benar-benar mencicip pasar modal sesungguhnya setelah gabung ke sekuritas yang ada di kampus D3 Ekonomi UGM (berkah kuliah lagi, jadi nemu sarana investasi yang kali ini betulan pure investasi). Sejauh ini sih memang belum berefek signifikan pada hasilnya, tetapi setidaknya aku tidak was-was akan berkurangnya saldo setiap bulan karena biaya. Dan, di pasar modal, terutama bila nyemplung langsung ke jual beli saham, kita nggak bisa lagi tuh nyalah-nyalahin manajer investasi. Di saham, kita jadi manajer buat diri kita sendiri. Untung buat sendiri, rugi ya rasain sendiri. Dan ini fair buatku.

So, buat kamu yang mau memilih asuransi. Bersihkan dulu deh mindsetmu dari yang namanya dapetin untung. Asuransi itu proyek rugi, karena kita 'membeli proteksi'. Kalau ada yang bilang nanti ada tambahan manfaat investasi, itu cuma bonus, jangan diharap-harap. Jangan juga berekspektasi berlebih sama ilustrasi yang diberikan. Bisa sama dengan ilustrasi aja bagus, yang ada lebih jeblok biasanya. Dan, itu agen kalo ditanya kenapa jeblok, jawabannya pasti mbulet dan bikin kita berasa kuliah 3 sks keuangan. Hahaha!

Mending fokus aja, asuransi murni atau investasi murni. Sekarang mah akses untuk investasi gampang banget. Mau nyemplung di pasar modal tinggal buka akun di sekuritas, bisa beli 500an saham di bursa. Kalau nggak mau repot, beli reksadana atau investasi emas juga dah gampang banget sekarang. Itu sih insightku saja ya. Yang nyaman sama unitlink sih pasti banyak. Kalau buat yang low budget kayak daku, nggak deh.

Referensi yang bisa dibaca: Selami Asuransi demi Proteksi Diri

Selasa, 28 November 2017

Kebiasaan Bijak yang Bisa Bantu Mekarkan UMKM Indonesia

Selama ini, pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran besar dalam menghidupi roda perekonomian Indonesia. Paham akan hal itu, aku pun jadi tertarik untuk mendukung mereka, ‘pahlawan-pahlawan’ ekonomi negeri. Ini karena, Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakri mengatakan, kita semua seharusnya turut berpartisipasi aktif untuk membantu pengembangan UMKM agar lebih optimal.
Pemerintah sudah berupaya memberikan berbagai macam pelatihan dan keterampilan untuk memberdayakan pelaku wirausaha dan UMKM dalam menghadapi persaingan global. Lalu, bagaimana dengan kita? Apa ya yang bisa kita lakukan untuk turut andil dalam hal ini? Jawabannya ternyata sudah aku temukan dan cukup mudah untuk dijalani. Yup, urunan!
Melakukan urunan atau menyumbang dana (pendanaan) adalah salah satu bentuk gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Di Indonesia, gotong royong ini sudah menjadi budaya atau ciri khas sejak zaman dahulu, serta dianggap sebagai perwujudan nyata dari semangat persatuan. Bagiku, jika urunan ini dijadikan sebuah kebiasaan oleh seluruh warga Indonesia, aku yakin langkah ini bisa bantu mengembangkan UMKM Indonesia.
Urunan, atau lebih tepatnya lagi disebut sebagai crowdfunding, sebenarnya sudah banyak diterapkan di bidang keuangan luar negeri. Cara ini merupakan suatu metode alternatif pendanaan bisnis. Singkatnya, crowdfunding adalah praktik pendanaan suatu proyek atau usaha dengan cara mengumpulkan dana dari sejumlah orang.
Di era digital ini, crowdfunding bisa kita selenggarakan dengan memanfaatkan teknologi internet. Salah satu wadah yang bisa dijadikan tempat untuk melakukan crowdfunding ialah Mekar, sebuah situs fasilitator yang menghubungkan antara berbagai pelaku usaha yang membutuhkan modal dengan publik sebagai pendana yang ingin berinvestasi.
http://mekar.id/, situs yang memfasilitasi crowdfunding 

Bagai menyelam minum air, dengan melakukan crowdfunding di Mekar ini, kita bukan hanya berupaya bantu menyukseskan UMKM di Indonesia, tapi akan ada pula reward (keuntungan) yang bisa kita dapatkan sebagai pemberi dana.
Mekar memiliki dua model pendanaan pada platform crowdfundingnya yaitu berbasis pre-order dan bagi hasil. Pada basis pre-order, urunan yang kita lakukan adalah pembelian dengan pemesanan awal produk yang mereka hasilkan, sehingga secara tak langsung kita bantu mendanai proses produksi mereka. Sedangkan pada basis bagi hasil, kita akan bantu mendanai usaha mereka dan kemudian kita mendapatkan presentase keuntungan dari penjualannya.
Nah, niat baik untuk membantu UMKM kini sudah terbuka jalannya dan tidak sulit untuk kita lakukan, bahkan juga menguntungkan. Jadi, kamu mau pilih crowdfunding basis apa nih untuk bantu majukan perekonomian Indonesia?
Bagi kamu yang mau ikutan crowdfunding di Mekar seperti pengalamanku ini, kamu bisa gabung dan cari informasi cara kerjanya di sini.
Keep learning and do good investing, y’all! ^_^

Kamis, 09 November 2017

Cintai Pekerjaanmu, Syukuri Rezekimu


Deux jours, une nuit/Two Days One Night adalah sebuah film drama Belgia-Perancis-Italia 2014 yang ditulis dan disutradarai oleh Dardenne bersaudara serta dibintangi oleh Marion Cotillard dan Fabrizio Rongione. Dapat referensi film ini dari IG ibuberbagibijak. Kebetulan akun ini banyak share tentang finansial, jadi pastinya ada pelajaran tentang masalah finansial di fim ini. Bercerita tentang seorang ibu yang tengah depresi dan terancam dipecat dari pekerjaannya. Padahal pekerjaannya sekarang adalah satu-satunya sumber pemasukan keluarga. Awalnya dia berpikir untuk merelakan saja pekerjaan itu dan semakin tenggelam dalam depresinya. Namun support dari sahabat di lingkungan kerjanya dan (mantan?) suaminya membuatnya bersemangat untuk mempertahankan pekerjaan ini.

Hanya ada waktu dua hari dan satu malam untuk memperjuangkannya! Akan ada voting bagi seluruh karyawan dengan pilihan yang sulit: memilih si ibu ini tetap bekerja tetapi kehilangan bonus 1000 euro atau memilih bonus 1000 euro dan si ibu dipecat. Pilihan yang pelik ya? Di satu sisi, siapa sih yang nggak pengen bonus segitu banyak? Di lain sisi, masak iya tega dapatin bonus dengan mengorbankan rekan kerja sendiri? Si ibu sebenarnya sadar sesadar-sadarnya kalau mayoritas temannya pasti memilih bonus daripada dirinya. Tetapi dia juga sangat butuh pekerjaannya sekarang. Dia butuh pemasukan untuk membayar tempat tinggal dan makan keluarganya.

Lalu, bagaimana akhir dari polling perusahaan tersebut? Akankah si ibu kembali mendapatkan pekerjaannya, atau justru dia tetap angkat kaki? Endingnya boleh dibilang ngambang. Happy ending nggak, tapi sad ending juga nggak. Yang jelas ada 3 pelajaran besar yang bisa diambil dari film ini.

1. Kesehatan adalah aset paling berhaga. Jagalah selalu.

Menjaga tubuh dan kesehatan itu penting sekali. Jangan biarkan dirimu larut dalam depresi seperti yang dialami ibu ini (sayangnya tidak diceritakan depresinya kenapa, tapi yang jelas si ibu sudah sampai ketergantungan obat anti depresi). Sifat si ibu yang pesimis membuatnya gampang tersulut kesedihan. Hanya karena bosnya punya rencana memecatnya, dia jadi sangat stres dan terus-terusan manangis. Selidik punya selidik, ternyata alasan si bos mau memecatnya adalah karena si bos nggal mau punya anak buah penyakitan. Penyakit depresi si ibu dianggap akan mengurangi kinerja perusahaan. Setelah tahu alasan tersebut, si ibu sempat sesak nafas dan merutuki kenapa dia harus depresi. Tetapi akhirnya dia sadar harus menunjukkan dirinya baik-baik saja. Biar si boss sadar keputusannya salah!

Betapa bersyukurnya kita yang masih diberi nikmat kesehatan sehingga tidak perlu bermasalah dengan pekerjaan seperti yang dialami ibu ini.

2. Tetaplah berpikir positif dan yakinlah bahwa tidak semua dinilai dari uang.

Awalnya si ibu selalu pesimis dan merasa dirinya tidak berharga. Merasa gagal karena terancam dipecat. Padahal memang pada dasarnya saja perusahaan sedang mengurangi anggaran. Dan dia merasa seperti pengemis dengan meminta rekan-rekan kerjanya memilih dia dibandingkan bonus yang cukup besar. Ternyata, tidak semua temannya lebih memilih bonus. Banyak juga yang memilih dirinya dibandingkan bonus. Hal ini yang kemudian dapat membangkitkan kepercayaan dirinya.

See, rekan kerja yang berperasaan adalah investasi tersendiri. Sibibu sendiri digambarkan sebagai sosok yang baik selama bekerja. Sehingga banyak rekan kerja yang kemudian membelanya. Beberapa memang lebih memilih bonus karena bonus tersebut sangat mereka butuhkan. Banyak juga yang sebenarnya enggan harus memilih, tetapi tetap memilih bonus.

3. Jangan berhenti perjuangkan hakmu dan percaya bahwa rezeki terbentang luas.

Si ibu benar-benar mendatangi rekan kerjanya satu persatu. Dia kesampingkan gengsi dan pikiran buruknya. Intinya dia berjuang sekuat tenaga demi pekerjaan ini. Akan tetapi, pada hari voting, dia tidak terlalu berharap bahwa dia akhirnya bisa mendapatkan pekerjaan ini lagi. Dia sadar, bila ternyata keputusan perusahaab dia harus berhenti bekerja, maka pasti akan ada pekerjaan lain yang dia dapatkan. Dunia kadang tidak adil, tetapi selama kita berpikiran positif, rezeki akan datang dari mana saja kok. Setuju?

Jumat, 15 September 2017

Salah Kaprah Tentang Asuransi Jiwa di Indonesia


Familiar dengan asuransi jiwa? Sudah ikut asuransi jiwa?

Pic from Pixabay

Asuransi jiwa adalah suatu kontrak perjanjian  antara pemegang pemegang polis (kita) dengan perusahaan asuransi sebagai penanggung yang mana perusahaan asuransi akan membayarkan sejumlah nominal uang bila terjadi resiko kematian pada pemegang polis asuransi. Jenis asuransi jiwa sendiri ada bermacam-macam. Tapi pada dasarnya ada empat jenis asuransi jiwa:

1. Asuransi Jiwa Berjangka. Pada jenis asuransi ini kita membayar premi untuk jangka waktu tertentu, bisa 5, 10, atau 20 tahun. Namun bila tidak terjadi kematian pada jangka waktu tersebut, maka uang premi akan hangus.

2. Asuransi Seumur Hidup. Pertanggungan pada asuransi ini bisa sampai 100 tahun. Dan uang pertanggungan tidak akan hangus. Sayangnya, premi untuk asuransi jenis ini lebih mahal sampai dua kali lipat dari asuransi jiwa berjangka.

3. Asuransi Dwiguna. Asuransi jenis ini biasanya disematkan dalam paket tabungan pendidikan anak atau pun tabungan hari tua. Jadi pemegang polis mendapatkan manfaat asuransi sekaligus menabung untuk kebutuhan jangka panjang yang dikehendakinya. Namun, asuransi jenis ini preminya pasti lebih mahal dibanding asuransi berjangka.

4. Asuransi Unitlink. Ini nih asuransi paling booming belakangan ini. Asuransi plus investasi katanya. Memanfaatkan reksadana sebagai instrumen investasinya. Premi juga lebih mahal daripada asuransi berjangka, karena dana dibagi untuk premi dan investasi.

Salah Kaprah tentang Asuransi Jiwa di Indonesia

Sayangnya, pemahaman masyarakat tentang asuransi jiwa masih terbatas. Banyak perusahaan asuransi yang membuat paket produk asuransi plus tabungan atau asuransi plus investasi sehingga mengaburkan fungsi asuransi jiwa. Berikut beberapa salah kaprah tentang asuransi jiwa yang terjadi di masyarakat:

1. Asuransi Jiwa sebagai Instrumen Investasi
Ini pemahaman yang salah. Karena sejatinya membeli asuransi jiwa adalah membeli proteksi. Tidak ada istilah untung atau rugi pada asuransi jiwa, karena tentu saja kita tidak berharap musibah terjadi, bukan? Sayangnya banyak masyarakat yang ikut asuransi jiwa dwiguna atau pun asuransi jiwa unit link dengan harapan mendapatkan imbal hasil yang besar. Tetapi mereka lupa bahwa pada dua jenis asuransi jenis ini ada sejumlah biaya untuk membayar premi polis asuransi dan biaya administrasi. Barulah sisa dana diinvestasikan. Akibat salah kaprah ini, ujung-ujungnya banyak yang merasa 'rugi' ikut asuransi jenis ini. Ya jelas lah, mereka tidak memikirkan manfaat proteksi yang mereka dapatkan selama memegang polis asuransi ini. Kalau memang mau investasi, pilihlah produk investasi yang jelas seperti emas, saham, atau pun membeli reksadana.

2. Asuransi Jiwa Sama Dengan Asuransi Kesehatan
Ini salah kaprah kedua yang beredar di masyarakat. Banyak yang membandingkan antara BPJS Kesehatan dengan berbagai perusahaan asuransi jiwa di Indonesia. Ya jelas beda lah, BPJS Kesehatan adalah asuransi kesehatan. Kalau sakit bisa kita klaim. Sedangkan asuransi jiwa baru bisa diklaim bila kita sebagai tertanggung meninggal dunia. Bisa sih membeli manfaat kesehatan dari asuransi jiwa yang kita punya. Tapi jatuhnya memang jadi lebih mahal dibanding kita ikut BPJS Kesehatan, karena kita akan mendapat proteksi kematian sekaligus kesehatan. Namun lagi-lagi, saat manfaatnya tidak terasa, maka akan dicap mahal asuransi jiwa tersebut.

3. Semua Orang Butuh Asuransi Jiwa
Penjualan asuransi jiwa terutama asuransi jiwa unitlink sangat besar. Sayangnya hal ini tidak dibarengi dengan pemahaman yang baik dari masyarakat mengenai asuransi jiwa. Masifnya penjualan asuransi unitlink membuat masyarakat berlomba-lomba membelinya. Padahal tidak semua orang membutuhkan asuransi jiwa. Bayangkan saja, anak baru lahir sudah ditawari ikut asuransi unitlink. Dalihnya sih untuk dana pendidikannya kelak. Tapi, apa harus ya anak sekecil itu diikutkan asuransi jiwa? Sementara ayahnya yang kepala keluarga dan sumber penghasilan utama keluarga kadang justru luput ikut asuransi ini?

Seharusnya asuransi jiwa diprioritaskan pada mereka yang sudah berkeluarga dan menjadi pencari nafkah utama keluarga. Terlebih bila pekerjaannya beresiko tinggi. Tujuannya agar bila terjadi kematian pada si pencari nafkah, para anggota keluarga dapat terjamin finansialnya lewat klaim polis asuransi jiwa. Kalau bukan pencari nafkah, mending prioritas ikut asuransi kesehatan dulu. Karena probabilitas digunakannya lebih tinggi.

So, pahami asuransi demi proteksi diri. Jangan cuma asal ikut-ikutan dan saat tidak mendapat manfaat yang diharapkan lalu menuduh perusahaan asuransi yang menipu. Cermati selalu syarat dan ketentuan sebelum membeli polis asuransi. Jangan malas membaca klausul polis asuransi yang bejibun itu. Karena semua syarat dan ketentuan terpampang jelas di polis.

Selasa, 15 Agustus 2017

Tips Liburan Hemat di Yogyakarta Ala Backpacker


Yogyakarta merupakan salah satu destinasi wisata populer yang ada di pulau Jawa. Di Yogyakarta, ada banyak tempat-tempat bersejarah yang seru untuk dikunjungi seperti candi Borobudur, candi Prambanan, candi Ijo, Keraton Yogyakarta, Istana Air Taman Sari, atau Benteng Vredeburg. Ada juga wisata alam yang menawan di pesisir Jogja semisal pantai Indrayanti, Baron, Pok Tunggal, sampai Parangtrintis, serta wisata pegunungan ke Merapi. Kota Gudeg ini pun punya banyak kuliner yang selalu bisa mengugah selera.

Mlaku-mlaku nang Jogja pun jadi kegiatan yang mudah untuk dilakukan. Apalagi ada banyak moda transportasi yang bisa dipilih untuk sampai ke Jogja. Selain itu, wisata di Jogja juga bisa dilakukan dengan cara yang super murah, biar lebih banyak dana yang bisa disisihkan dan diinvestasikan nantinya, ya kan?(teteup). Nah, kamu melakukan trik hemat berikut ini:

Pergi Rombongan
Dengan pergi bersama-sama, kamu dan teman-teman bisa membagi pengeluaran untuk kebutuhan akomodasi dan transportasi seperti penginapan, sewa motor atau mobil, dan sebagainya. Jadi, kamu bisa lebih menghemat biaya liburan selama di Jogja.

Khusus untuk penginapan, lebih baik kamu lakukan Booking hotel online di Yogyakarta sejak jauh hari. Jika memesan kamar hotel langsung di tempatnya, kamu akan tidak akan bisa mengestimasikan pengeluaran dengan optimal, karena belum tahu harga pasti yang harus kamu bayar untuk mendapat penginapan. Kamu juga bisa kunjungi reservasi.com untuk mencari Hotel murah di Yogyakarta dengan penawaran terbaik.

Sewa Kamar Kost
Kalau kamu ingin tinggal lebih lama di Jogja tapi cuma punya bujet terbatas, carilah kamar kost yang di sewa secara bulanan dengan harga murah. Yogyakarta terkenal sebagai salah satu kota pendidikan di Indonesia. Di sana, ada banyak perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Biasanya, banyaknya perguruan tinggi berbanding lurus dengan banyaknya penyewaan kamar kost. Dengan menyewa kamar kost, kamu bisa tinggal lebih lama di Jogja hanya dengan sekali bayar penginapan.

Rata-rata perguruan tinggi di Yogyakarta pun letaknya cukup strategis. Jadi kamu tidak akan kesulitan mengaksesnya. Biasanya, di daerah dekat perguruan tinggi pun banyak tempat yang menjual makanan enak dengan harga yang ramah buat mahasiswa. Jadi kamu bisa lebih berhemat anggaran konsumsi.

Tapi ingat, tips yang satu ini cuma cocok untuk kamu yang liburan di Jogja dalam waktu yang cukup lama. Kalau cuma satu atau dua malam sih mending sewa hotel sekalian.

Sewa Kendaraan
Inilah enaknya kalau pergi secara rombongan. Kamu bisa menyewa kendaraan seharga Rp 50 ribu - Rp 100 ribu sehari untuk motor, dan Rp 250 ribu - Rp 300 ribu sehari untuk mobil. Tarif tersebut berlaku untuk penyewaan mobil tanpa supir alias lepas kunci. Meskipun tanpa supir atau pemandu, kamu tidak perlu khawatir tersesat karena sekarang zaman sudah canggih. Kamu bisa dengan mudah mencapai tempat yang ingin dituju dengan panduan GPS atau Google Maps. Namun pastikan diantara rombonganmu ada orang yang benar-benar bisa mengemudikankendaraan dan punya surat ijin mengemudi. Ini adalah salah satu syarat untuk berkendara sekaligus syarat yang dibebankan oleh agen penyewa kendaraan.

Berkemah
Kalau kamu ingin menghabiskan waktu di pesisir selatan Jogja, kamu bisa berkemah di tepi pantai. Pantai-pantai yang cukup populer untuk berkemah antara lain pantai Indrayanti, pantai Pok Tunggal,pantai Ngrumput, pantai Siung, pantai Sarangan, dan masih banyak lagi. Berkemah di pantai-pantai di Gunung Kidul akan menghadirkan kesan yang sangat menyenangkan. Kamu bisa menikmati romantisme pertemanan langsung di alam terbuka, melihat indahnya galaksi Bima Sakti di malam hari, menyaksikan eloknya fenomena matahari terbenam, dan mendengarkan suara ombak pantai di malam hari yang menenangkan. Tapi cara hemat seperti ini cuma bisa dilakukan di saat langit cerah. Jadi, cara ini cuma cocok dilakukan di musim kemarau. Ada juga beberapa tips penting buat kamu yang ingin berkemah di pinggir pantai. Antara lain pastikan memilih tempat perkemahan yang cukup ramai, lakukan ini bersama rombongan yang besar, jangan memasang tenda terlalu dekat dengan bibir pantai, pastikan membawa perlengkapan outdoor lainnya, jangan tinggalkan sampah sedikitpun, dan bersosialisasilah dengan rombongan lain.

Naik Trans Jogja
Kalau Jakarta punya Trans Jakarta dan Bandung punya Trans Metro Bandung, Jogja juga punya kendaraan masal yang nyaman, ber-AC, dan murah. Namanya Trans Jogja. Moda transportasi terhubung dengan tempat-tempat strategis seperti stasiun Tugu dan bandara Adisucipto. Selain itu, Trans Jogja pun banyak melewati daerah-daerah wisata. Menariknya, kamu bisa membeli tiket Trans Jogja tipe single trip. Jadi kamu hanya perlu membayar satu tarif untuk perjalana jauh-dekat sekali jalan. Harganya pun sangat murah, tidak sampai Rp 5000.


Menarik, bukan? Kalau tips ini kamu lakukan, di jamin budget liburanmu bakalan tipis, dan sisa uangnya bisa buat investasi (hidup investasi!).

Selasa, 08 Agustus 2017

Lomba Blog Mandiri Tunas Finance 2017

Draft Blog Competition

  • Buat artikel yang membahas tentang GIIAS 2017 dan Mandiri Tunas Finance

  • Tema spesifik yang akan dibahas bebas (No Sara & Politik) dan gaya dan jenis penulisan juga bebas disesuaikan dengan masing-masing blogger

  • Pada artikel tersebut terdapat beberapa poin yang harus diulas yaitu:

    • Tentang Bank Mandiri sebagai sponsor utama dibidang financial pada event GIIAS 2017
    • Tentang MTF sebagai leasing official GIIAS 2017
    • Ajakan untuk datang dan membeli mobil lewat MTF

  • Untuk memperkaya materi, dipersilakan untuk membahas beberapa poin berikut:
    • Bunga 2,5% selama GIIAS 2017
    • Gratis Voucher 2,5jt selama GIIAS 2017
    • Undian bebas angsuran
    • Admin 1rp selama GIIAS 2017
    • Gratis e-Money dan Obu selama GIIAS 2017

Ketentuan Pemenang
  1. Pemenang tidak ditentukan dari jumlah follower

  1. Pemenang ditentukan dari bobot da nisi tulisan

  1. Blog dengan tulisan berisi hal yang mengandung Humor dan/atau Pengetahuan akan menjadi poin tambahan

  1. Pemenang akan ditentukan oleh Manajemen MTF

  1. Hasil keputusan pemenang adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat


Hadiah
  • Juara 1 Mendapatkan uang/transfer senilai Rp 3,500,000
  • Juara 2 Mendapatkan uang/transfer senilai Rp 2,250,000
  • Juara 3 Mendapatkan uang/transfer senilai Rp 1,250,000

*Jika telah selesai menulis, segera kirim url postingan lombanya melalui email; ryanda.rusadi@mtf.co.id

Senin, 07 Agustus 2017

Kendaraan untuk Investasi? Bisa, Asal...


Pada dasarnya, kendaraan memang bukan merupakan barang investasi. Hal ini disebabkan karena kendaraan memiliki nilai yang justru berkurang dari tahun ke tahun. Tetapi, bila kendaraan digunakan untuk sesuatu yang produktif, misalnya dimanfaatkan untuk rental mobil atau untuk armada antar jemput, maka kendaraan tersebut bermanfaat sebagai salah satu sarana investasi.

Pastikan Peluang Pasarnya

Sebelum membeli kendaraan untuk usaha, pastikan dulu pasar yang akan dibidik. Apakah kendaraan itu nanti akan dimanfaatkan untuk antar jemput (ngojek), untuk antar barang, atau mungkin sekedar disewakan ke orang. Pikirkan juga mengenai supirnya, apakah kita sendiri yang akan mengendarai kendaraan tersebut, atau mempekerjaan orang lain sebagai supir.

Tentukan Jenis Kendaraan yang Dipilih

Setelah menentukan pasar yang akan dibidik. Langkah selanjutnya adalah menentukan jenis kendaraan yang akan dipilih. Misalkan untuk mobil antar jemput, maka lebih baik memilih mobil dengan kapasitas tempat duduk yang banyak, agar memuat penumpang lebih banyak. Sedangkan apabila pasar yang dibidik adalah menengah keatas dan eksklusif, maka dipertimbangkan untuk memilih mobil dengan kualitas premium. Sebaiknya memilih mobil keluaran terbaru, karena itu akan menjadi nilai tambah bisnis anda.

Survey Harga Kendaraan

Sebagai seorang pengusaha, tentu kita mengharapkan untung yang sebesar-besarnya. Salah satu yang dapat meningkatkan keuntungan adalah dengan modal kerja yang lebih kecil. Selektiflah dalam memilih kendaraan. Pilih kendaraan dengan harga yang paling murah, fasilitas yang memadai, dan biaya perawatan yang paling terjangkau.
Cari promo kendaraan!

Salah satu tempat yang tepat untuk survey dan membeli kendaraan adalah saat berlangsung pameran, entah di mall atau di lapangan terbuka. Salah satu pameran otomotif terbesar dan menawarkan banyak keuntungan adalah di GIIAS (GAIKINDO Indonesia International Auto Show). GAIKINDO sendiri adalah singkatan dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia. Acara ini rutin diadakan setiap tahun, dan untuk tahun 2017 ini, GIIAS diselenggarakan pada bulan Agustus, pada tanggal 10-20 Agustus 2017 di ICE-BSD City, Tangerang. Dengan berkunjung ke pameran, kita akan mendapatkan berbagai promo menarik sekaligus dalam satu tempat. Lebih menghemat waktu dan biaya dibandingkan bila harus berkunjung ke dealer satu persatu.
Dapatkan promo menarik di GIIAS 2017

Memilih Leasing Terpercaya

Memiliki kendaraan secara kredit dapat menjadi pilihan. Selain meringankan modal kerja di awal, fasilitas kredit umumnya memberikan asuransi gratis selama masa kredit. Lumayan kan?

Pilihlah leasing terpercaya dan memberi banyak kemudahan. Pada GIIAS 2017, Bank Mandiri ditunjuk sebagai sponsor utama dibidang financial. Kredibilitas Bank Mandiri tentu tidak diragukan lagi. Dan pada event GIIAS 2017, anak usahanya yaitu Mandiri Tunas Finance, bertindak sebagai leasing official GIIAS 2017. Dalam naungan nama besar Bank Mandiri, tentu saja Mandiri Tunas Finance dapat menjadi salah satu leasing terpercaya yang dapat dipilih untuk kredit kendaraan impian kita.
Memilih keasing terpercaya (via dealer.com)

Pada GIIAS 2017 ini, ada beragam promo yang ditawarkan Bank Mandiri dan Mandiri Tunas Finance. Beberapa promo diantaranya sebagai berikut:

  1. Bunga 2,5% selama GIIAS 2017
  2. Gratis Voucher 2,5jt selama GIIAS 2017
  3. Program undian bebas angsuran
  4. Admin Rp. 1 selama GIIAS 2017
  5. Gratis e-Money dan OBU selama GIIAS 2017

Promo Mandiri Tunas Finance di GIIAS 2017

Buat yang tinggal di Jakarta, kesempatan kredit mobil di GIIAS 2017 tentu adalah kesempatan yang sangat menarik karena berkesempatan memiliki OBU/ On Board Unit, yang merupakan inovasi Bank Mandiri untuk kemudahan bertransaksi di tol. Dengan OBU, pengendara tidak perlu membuka kaca dan mengantri lama di pintu tol. Harga OBU terbilang cukup mahal, jadi lumayan juga kan kalau dapat gratis dengan kredit kendaraan lewat Mandiri Tunas Finance.

Disiplin dalam pembukuan

Salah satu kunci sukses usaha adalah pembukuan keuangan yang rapi. Selalu bedakan pos pengeluaran pribadi dan pengeluaran usaha. Dengan pembukuan yang tersusun rapi, maka perhitungan keuntungannya juga lebih akurat. Catat semua pengeluaran wajib seperti pembayaran angsuran kendaraan dan jadwal maintanance mobil. Terlambat pembayaran angsuran akan menyebabkan biaya membengkak akibat denda. Terlambat menservis kendaraan akan menyebabkan biaya perbaikan yang seringkali tidak sedikit.

Tetap produktif dengan kendaraan yang kita punya ya!

Naskah dipersembahkan untuk lomba blog Mandiri Tunas Finance. Kirim link postinganmu yang membahas tentang GIIAS 2017 dan Mandiri Tunas Finance ke ryanda.rusadi@mtf.co.id