Minggu, 21 Juni 2020

Investment Gathering Prudential x Eastspring Indonesia

Siapa yang selama pandemi Covid-19 ini makin getol investasi? Me! Bukan apa-apa, karena pandemi ini jadi makin sadar pentingnya investasi di instrumen yang aman dengan return yang lumayan. Reksadana Pasar Uang. Ini direkomendasikan oleh banyak financial planner sebagai salah satu pilihan dana darurat. Alasannya adalah karena kemudahan untuk dicairkan (maksimal 3 hari kerja) dan returnnya diatas deposito. Nah, pengetahuan soal investasi ini semakin bertambah setelah mengikuti Prudential Indonesia - Investment Highlight and Market Outlook 2020: Life with COVID-19.

Dalam acara ini, ada tiga pembicara  dari Prudential Indonesia dan Eastspring Investments Indonesia. Baru kutahu kalau ternyata PT Eastspring Investments Indonesia adalah anak perusahaan Prudential Indonesia yang difokuskan untuk mengelola dana investasi yang responsible bagi nasabah Prudential maupun umum.
Pemateri pertama adalah Ibu Novi Imelda selaku Chief Investment Officer Prudential. Beliau menunjukkan fact sheet mengenai kinerja investasi Prudential bersama Eastspring Investments Indonesia. Ternyata tahun 2020 yang katanya investasi lagi parah-parahnya, beberapa produk investasi PRUlink menunjukkan hasil positif. Produk tersebut antara lain PRUlink Syariah Fixed Income Fund, PRUlink Dollar Fixed Income Fund, dan PRUlink Syariah ASPAC Equity Fund (SAPF), dengan kinerja sampai bulan Mei ini  sebesar 8,48%, 7,82%, dan 9,34%. Bu Novi mengatakan bahwa saat ini adalah saatnya untuk melakukan rebalancing dan diversifikasi investasi sesuai profil resiko.
Investment Gathering dipandu Prabu Revolusi
Baca: 8 Langkah Investasi di Pasar Modal

Materi berikutnya dari Pak Alan Darmawan selaku CEO Eastspring Investment Indonesia. Ternyata Eastspring Investment Indonesia memiliki total dana kelolaan terbesar di Indonesia yaitu sebesar 92.08 triliun. Perusahaan investasi ini telah mendapatkan penghargaan sebagai Top Manajer Investasi 2017 Kategori Reksadana Pendapatan Tetap, dan Best Mutual Fund 2018 dan 2019 untuk kategori Equity Fund, serta Best Unitlik 2019 dan 2020. Pak Alan juga menjelaskan cara untuk mengenal profil resiko sebelum berinvestasi. Cara mudah mendeteksi profil resiko adalah dengan mengetahui daya tahan kita terhadap kerugian. Karena sesuai prinsip ekonomi, semakin besar potensi keuntungan, maka makin besar pula kemungkinan kerugian. Makanya jangka waktu investasi juga mempengaruhi 'daya tahan' itu. Kalau tujuannya investasi jangka panjang, tentu daya tahan terhadap kerugian akan lebih tinggi.

Materi selanjutnya tentang Market Outlook dari Pak Ari Pitojo, Chief Investment Officer Eastpring Investment Indonesia. Tahun 2020 ini diprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi negatif akibat pandemi Covid-19. Namun demikian, selalu ada celah dalam setiap musibah. Beliau menjelaskan mengenai strategi portofolio dengan cara:
1. Berlindung pada kas lebih besar
2. Overweight/condong pada sektor defensif seperti sektor konsumsi dan teknologi informasi
3. Overweight/condong pada obligasi pemerintah

Sebagai investor pemula, bagaimana memulai investasi dan menghindari kesalahan yang umum dilakukan investor pemula?

Kesalahan investor pemula unumnya adalah "buy high sell low", atau membeli produk investasi saat harga tinggi dan menjual saat harga rendah. Kenapa bisa begitu?

1. Investasi tanpa ilmu (ikut-ikutan)
Investasi di pasar modal itu bukanlah judi, semua ada ilmunya. Misalkan saja, pada produk reksadana, antara reksadana pasar uang dan reksadana saham, walaupun sama-sama reksadana tetapi karakteristiknya berbeda. Makanya perlu belajar dahulu sebelum memulai investasi.

Baca: Jenis-jenis Investasi di Pasar Modal

2. Investasi tanpa mempertimbangkan profil resiko dan tujuan investasi
Investasi itu nggak semata cuan tapi juga harus aman. Penting untuk mendiversifikasi investasi sesuai dengan kebutuhan. Misalkan untuk dana darurat, tentu lebih baik dialokasikan di reksadana pasar uang yang nilainya tidak pernah menurun. Tetapi untuk hari tua, bisa dialokasikan ke reksadana saham karena tujuannya untuk jangka panjang. Nah, yang bikin pada buru-buru mencairkan investasi salah satunya karena tidak ada pertimbangan jangka waktu seperti ini. Begitu rugi langsung panik.

3. Investasi di tempat yang kurang tepat
Harusnya, kalau berinvestasi di tempat yang terpercaya, seharusnya nggak perlu khawatir saat nilai turun. Nanti pasti kembali ke nilai semula, bahkan lebih tinggi. Optimis perekonomian Indonesia masih akan terus bertumbuh kan? Tapi, lain ceritanya kalau berinvestasi tanpa mencari tahu kredibilitas lembaga investasinya. Oleh karena itu, pilihlah lembaga investasi yang diawasi OJK. Pelajari cara menganalisa suatu lembaga investasi. Pilih yang memiliki historis bertumbuh secara wajar. Kalau nggak wajar kudu hati-hati juga soalnya.

4. Tidak memperhitungkan kemampuan
Sebaiknya, posisi asset yang kita miliki dievaluasi terlebih dahulu, untuk melihat kemampuan berinvestasi kita. Oleh karena itu, penting bagi kita membuat balance sheet, yang terdiri dari inventarisasi aset sampai income statement pribadi. Dimulai dengan rutin mencatat setiap pengeluaran dan pemasukan serta membuat list asset yang dimiliki. Oh ya, kalau bingung bagaimana membuat balance sheet, salah satu blogger finansial yang ngehits ada template excelnya. Cuss ke danirachmat.com deh, terus klik ikon ini:


Porsi investasi yang tepat itu berapa sih?
Porsi investasi ideal itu kira-kira 30%, sesuai presentase maksimum saat mengambil loan. Misal bisa lebih dari itu jelas lebih baik.

Demikian sekelumit materi dari Investment gathering Prudential Indonesia. Semoga kita bisa #WeDOWealth ya.


Senin, 04 Mei 2020

Melek Finansial Hindari Sial


Berawal dari postingan Instagram soal #CeritaAturDuit , tiba-tiba dijapri sama lifestyle journalist idola, Mbak Ecka Pramitha. Katanya dia mau seseruan IG Live dan tema keuangan kayaknya lagi asyik banget dibahas sekarang. Hmm, sebenarnya aku ragu mau sharing, secara siapa sih aku? Bukan lulusan ekonomi, tapi memang punya passion soal duit dan investasi (sapa sih yang gak berbinar ngomongin duit, ya kan).

Singkat cerita, diputuskanlah mengambil judul 'Melek Finansial Hindari Sial', karena soal finansial bisa bikin hidup jadi sial (merana) kalau gak diatur dengan baik. Semua kudu melek finansial, apalagi emak-emak yang konon katanya menteri perekonomian keluarga (selain menteri pendidikan dan kesehatan juga, jadi emak memang kudu all in, hihi).


Keuangan itu harus direncanakan mau berapapun penghasilan kita. Di awal gajian kita harus membagi-bagi penghasilan sesuai dengan posnya masing-masing. Ada bermacam-macam persentase yang bisa digunakan, tapi yang paling aku suka sih metode 40:30:20:10, kan gampang tuh ngingetnya. Jadi 40% biaya hidup. 30% hutang (usahakan hutang produktif) 20% tabungan 10% sedekah. Biaya hidup dan hutang, semakin kecil semakin bagus, sedangkan tabungan dan sedekah, semakin besar semakin baik. Jujur sih aku nulis gini juga belum 100% sesuai, karena penghasilan terbatas, bisa hidup hanya dari 40% penghasilan cukup berat, makanya aku gak berani ambil hutang, karena pos tabungan (dana darurat dan investasi) masih butuh ditambah.

Nah menilik judul 'Melek Finansial Hindari Sial' itu maksudnya supaya kita lebih cermat dan kritis memilih produk keuangan. Kemalasan dalam membaca 'term and condition' pada produk keuangan dapat membuat kita salah memilih produk keuangan (pengalaman pribadi sih ini). Jadi, harus melek kayak gimana sih?

1. Wah, bisa nabung nih, investasi aahh

Dengan gaya hidup sederhana diharapkan kita dapat menyisihkan uang untuk ditabung. Guna tabungan ini tentu saja beraneka ragam. Bisa sebagai saving di kala darurat (dana darurat), dapat pula menjadi kendaraan untuk mendapatkan passive income. Namun, tetap teliti memilih produk yang akan digunakan sebagai tabungan ini. Jangan tergiur dengan  imbal hasil yang tinggi dan ada embel-embel syariah, terus langsung masukin dana kesana tanpa diteliti lagi. Selalu kritis menanyakan prospektusnya, misal itu produk investasi, pastikan izinnya juga legal. Ingat selalu bahwa imbal hasil tinggi berarti resikonya tinggi pula. Selalu bikin target yang jelas dalam menabung, jadi nggak 'ngawang2'.

2. Wah, ada peluang bisnis, tapi modal nggak ada, ngutang ah..

Hutang memang nggak dilarang, tapi dalam berhutang memang harus bijak. Bila kebutuhan masih bisa ditunda lebih baik dikumpulkan dulu dananya dengan menabung, tetapi hutang yang sifatnya produktif seperti KPR atau modal usaha boleh dilakukan, karena bila menabung biasa khawatir tidak dapat 'momen'nya lagi.

Nah, dalam berhutang kita harus jujur soal keuangan pribadi. Nggak perlulah bohong soal gaji, karena yang repot bayar nanti kita sendiri. Teliti klausul-klausul pada produk pinjaman apalagi sekarang marak pinjaman online, jangan karena kemudahan mendapatkan dana lalu kita terlena dan akhirnya kesulitan membayar bunganya. Ingat, jangan sampai tebawa nafsu karena uang akan mengendalikanmu!

3. Aku sudah berhemat berbulan-bulan, saatnya reward diri sendiri!

Menabung sewajarnya saja, namun jadikan habit rutin. Apabila mentarget terlalu banyak, ujung-ujungnya kita akan merasa tersiksa. Lalu sampai pada masa "Ah aku sudah terus berhemat, sekarang beli-beli buat reward lah!"-->terus beli ini itu-->terus tabungan ludes. Jangan sampai kayak gitu yaaa..fokus sama target keuangan gaes. Mending dikit-dikit tapi rutin, daripada langsung banyak tapi habis itu menyerah.

Jadi, tetap cermat mengatur keuangan dan terus upgrade ilmu seputar duit, karena tanpa ilmu dan manajemen yang baik, duit bakalan mengatur kita!

Kamis, 30 April 2020

Investasi Selama Pandemi Covid-19

Being boss with investing

Pandemi Covid-19 memang bikin banyak kebiasaan kita harus berubah. Yang paling kerasa soal harus di rumah saja. Seluruh kegiatan belajar dan kerja dianjurkan dilakukan di rumah saja. Bukan hal yang mudah, apalagi kita harus di rumah saja dalam waktu yang tidak sebentar. Rasa bosan pasti menyertai. Belum lagi banyak yang penghasilannya berkurang karena pandemi ini. Tapi, semua pasti ada hikmahnya, dengan hanya di rumah saja, kita bisa berinvestasi pada banyak hal seperti di bawah ini:

Investasi kedekatan bersama keluarga

Tidak ada yang mengira bila dalam 2 bulan terakhir ini semua kegiatan harus dilakukan di rumah. Di satu sisi ini bagus untuk menambah bonding antar anggota keluarga. Memang beda ceritanya kalo yang LDM atau yang saat ini berprofesi sebagai nakes, tapi adanya pandemi ini akan mendekatkan kita pada keluarga, dan meyakinkan kita bahwa tempat teraman di dunia ini adalah pada keluarga.

Investasi waktu untuk ibadah

Pandemi ini pastinya akan mendekatkan kita pada Sang Pencipta. Adanya virus super kecil yang tak kasat mata namun membahayakan akan membuat kita tersadar bahwa semua kekuatan ada padaNya. Karena kuasaNya seuatu yang sangat kecil bisa menjadi bahaya yang sangat besar bagi kehidupan kita. Melalui pandemi ini juga, bumi menjadi berkurang polusinya. Apalagi saat ini sedang Bulan Ramadan, terasa sekali syahdunya ibadah puasa tahun ini.

Investasi ilmu lewat webinar

Saat ini siapapun akan mengandalkan online. Kegiatan pembelajaran mau tidak mau harus dilakukan secara online. Tapi, keterpaksaan ini membuat kita menjadi terbiasa belajar secara online. Pembelajaran tidak lagi terbatas jarak, yang diperlukan adalah koneksi internet. Lalu, semua peluang belajar bisa dimanfaatkan!

Investasi skill

Ketika bekerja di kantor, waktu menjadi terbatas. Dengan bekerja di rumah, akan ada waktu luang yang bisa dimanfaatkan untuk mengasah skill, seperti skill memasak, menjahit, atau trading saham? Hehe..
Terkadang memang skill itu terasah bukan karena keinginan tetapi semata karena kepepet kebutuhan. Misalkan biasa mengandalkan masakan warung, karena pandemi ini lalu warung makan tutup, ya mau nggak mau harus bisa masak kan? Bahan masakan susah didapat, jadi semangat buat berkebun.

Dan, pandemi ini mengajarkan kita untuk kembali menjaga lingkungkan, investasi kepada alam supaya lebih bersih dan asri.

Senin, 06 Januari 2020

Beberapa Cara Mencicil Hunian Impian

Rumah impian

Diantara kebutuhan primer manusia, satu yang paling sulit dimiliki adalah papan. Okelah kita bisa ngekos, ngontrak, atau numpang dengan saudara. Tapi pasti pingin dong punya rumah sendiri? Sayangnya punya rumah impian tidak semudah itu. Selain katanya rumah itu ibarat jodoh, yang hanya bisa didapatkan di saat dan lokasi yang tepat, dana untuk memiliki rumah impian juga tidak sedikit. Tapi, nggak ada yang nggak mungkin kalau kita berusaha, kan? Termasuk memiliki rumah impian, bisa diwujudkan dengan beberapa cara, seperti:

1. Menyisihkan tabungan di rekening

Ini cara paling oldies tapi manjur bila dilakukan secara sabar dan konsisten. Nggak perlu takut Senin harga naik, kalau sudah jodohnya, pasti dapat rumahnya. Ya memang sih, nominal yang ditabung harus cukup besar apabila ingin jangka waktunya sebentar. Yah, cara ini memang cocok buat mereka yang bisa disiplin menyisihkan tabungan tanpa tergoda untuk menggunakan ke kebutuhan lain.

2. Menyisihkan tabungan dalam bentuk reksadana

Selain disisihkan atau diendapkan saja di tabungan. Cara mencicil hunian impian bisa dengan menyetorkannya ke instrumen investasi Reksadana. Kenapa Reksadana? Karena Reksadana relatif mudah dicairkan dan biayanya relatif kecil. Pilih reksadana untuk jangka pendek seperti Reksadana Pasar Uang (RDPU), hal ini untuk menjamin keamanan dari dana yang disetorkan. Kita nggak pernah tau to kapan ketemu jodoh rumahnya. Kalau pas harus mencairkan Reksadana terus nilainya turun, kan nyesek juga pastinya, huhu. Kalau RDPU relatif stabil nilainya, mau dicairkan kapan saja juga nggak masalah.

3. Membuka kredit KPR dan sejenisnya di bank.

Ini jalan terakhir kalau memang menabung belum memenuhi. Biasanya sih combine ya, sebagian dicover tabungan, sebagian lagi dipenuhi dengan kredit di bank. Ada dua jenis produk yang bisa dipilih, yaitu kredit KPR dan multiguna. Kredit KPR cocok digunakan untuk kredit perumahan, karena bila digunakan untuk pembelian rumah bekas, administrasinya bisa dibilang agak ribet untuk penjual. Untuk kepemilikan tanah juga harus segera dibangun rumah dalam waktu 2 tahun (kalo duitnya belum ngumpul, harus kredit lagi dong, hihi). Kredit multiguna bisa dipilih untuk pembelian tanah cash. Karena keperluan dokumen dan peninjauannya relatif lebih mudah dibanding KPR. Tapi memang harus ada sertifikat tanah atau BPKB kendaraan yang siap digadaikan. Yang PNS bisa sih gadaikan SK-nya. Banyak cara mendapatkan kredit bank, tapi tetap harus bijak, agar tidak kewalahan dalam membayar cicilannya.

Semoga segera memiliki hunian impian kita ^_^ (menyemangati diri sendiri)

Jumat, 08 November 2019

Atur keuangan minim biaya berkat Flip

Ini bukan sponsored post yha. Habis blog ini dah lama banget nggak diisi. Si empunya lagi mumet bikin tulisan berpotensi investasi yaitu paper penelitian, heu heu. Tapi jujur ngubek-ngubek soal keuangan jadi refreshing sendiri saat stuck garap paper (yang terus kebablasan mantengin aplikasi melulu).

Jadi, banyak yang bikin tulisan soal mengatur keuangan kan. Banyak versinya, tapi kalau mau ditarik benang merahnya, intinya adalah, tentukan tujuan keuangan kita. Nah, dari tujuan-tujuan itu baru deh ditentukan mau siapin berapa pos? Masing-masing pos butuh berapa? Tiap orang bisa beda. Tapi yang jelas pos konsumsi dan investasi kudu dibedain. Makanya soal rekening tabungan kudu dibedain. Biar jelas pembagiannya.

Idealnya berapa tabungan?

Setidaknya sih dua tabungan. Satu untuk kebutuhan konsumsi, satu lagi untuk produktif/ investasi. Tapi nggak jarang sih kita punya tabungan lebih dari itu. Alasan klasik dulu sih, biar transferan nggak kena biaya admin. Terus kalo dulu kan transfer antar bank bisa berhari-hari baru sampai, merepotkan lah! Kalau sekarang sih terbantu banget dengan aplikasi FLIP. Dengan aplikasi ini aku bisa transfer antar bank tanpa biaya dan gak perlu nunggu berhari-hari. Kalau pas nggak antri banyak, dalam waktu 5 menit uang akan terkirim. Nah, aplikasi ini juga yang penting banget aku pakai buat transfer antar rekeningku. Jadi, gaji kantor kan masuk ke rekening BRI, tapi karena mobile banking BRI kurang nyaman (masih kena biaya 250 dan limit cuma sejuta), akhirnya semua kebutuhan pembayaran dan belanja online aku alihkan ke BCA yang memang mobile bankingnya bebas biaya dengan limit 5 juta kalau nggak salah. Nah, untuk memindahkan 'jatah' belanja ke rekening BCA, aku pasti pakai FLIP. Jadi bisa mengurangi pengeluaran yang berkaitan dengan biaya administrasi bank.

Selain rekening BCA untuk belanja, aku juga punya RDN BCA karena punya akun Indopremier. Selain itu, ada juga RDN Mandiri karena aku punya akun sekuritas Danareksa. Nah, buat mobilitas pertransferan ini, aku percayakan pada Flip juga. Terhitung aku sudah hemat tiga ratus ribu rupiah lebih karena pakai flip. Duit segitu bisa buat beli reksadana lagi, hihi. Nah asyiknya RDN, rekening jenis ini nggak kena biaya admin, bahkan uang kita bisa bertambah dengan bagi hasil. Memang returnya nggak banyak, tapi nyaris tidak beresiko. Bisa pilih RDPU alias Reksadana Pasar Uang sebagai komponen dana darurat.

Jadi begitulah. Investasi bisa dimulai dari hal kecil, seperti meminimalkan biaya administrasi bank.

Selasa, 27 Agustus 2019

Kunci Mengatur Keuangan Rumah Tangga ala Investasiemak


Masalah uang terkadang jadi momok dalam kehidupan berumah tangga. Permasalahan klasik seperti uang habis sebelum gajian, atau kebutuhan mendadak yang terkadang memaksa untuk berhutang. Wah, jangan sampai seperti itu ya. Oleh karena itu, sebagai menteri keuangan rumah tangga, para emak harus pintar mengelola keuangan rumah tangga. Perlu diingat bahwa keberhasilan pengelolaan rumah tangga bukan pada seberapa besar uang yang dikelola, tetapi seberapa tepat pengelolaannya.

1. Alokasikan penggunaan uang di awal terima uang tersebut.

Bagi keluarga karyawan, pengelolaan keuangan harus tepat dari terima gaji. Seluruh pembiayaan dan rencana investasi disisihkan di awal bulan. Kalau katanya perencana keuangan terkenal, Safir Senduk, "Habiskan gajimu!". Maksudnya, seluruh pos keuangan harus sudah terpenuhi. Kalau pekerjaannya freelance alias tidak tetap gajiannya per bulan, maka harus ditargetkan penghasilan minimal pengeluaran sebulan. Segera sisihkan sesuai pos-pos yang ditentukan. Yang perlu dibuat pos pengeluaran antara lain:

A. Kebutuhan belanja sebulan, mulai dari belanja bahan makanan, jajan anak, pulsa, bensin, dll. Kalau mau gampang sih, langsung dijatah misal 2 juta perbulan. Jadi dalam sehari nggak boleh lebih dari 68 ribu.

B. Kebutuhan pembayaran, mulai dari listrik, uang sekolah, gaji ART, jaringan internet, dan hutang kalau ada. Buatlah di list kebutuhan pembayaran yang harus dilakukan dalam sebulan. Kebutuhan pembayaran tahunan seperti pajak kendaraan dan PBB, dicicil alokasinya per bulan.

C. Alokasikan investasi minimal 10% dari pendapatan! Misal bisa lebih besar, tentu lebih baik. Pilih produk investasi sesuai kebutuhan ya!

Semua pos dialokasikan di awal terima uang. Karena kalau dari awal uang tersebut tidak disisihkan, khawatir keburu habis saat akan digunakan. Patuhi apa yang sudah dianggarkan! Kebocoran perencanaan keuangan biasanya dari ketidakdisiplinan terhadap angka-angka tersebut.

2. Tentukan target keuangan

Dalam hidup, pasti ada target. Tujuannya, supaya hidup terarah. Dan yang jelas, dengan target, hidup akan terasa lebih bersemangat. Termasuk dalam keuangan, kita perlu membuat target keuangan. Target keuangan itu dibagi menjadi 3 berdasarkan jangka waktunya, yaitu jangka pendek, menengah, dan panjang. Dalam mewujudkan target keuangan, diperlukan kendaraan investasi agar target keuangan dapat terpenuhi dengan lebih baik. Investasi loh ya, bukan yang ada asuransinya. Perihal asuransi akan dibahas di poin selanjutnya.

Investasi jangka pendek bisa lewat reksadana pasar uang. Returnya lebih baik dibanding hanya ditabung ditabungan. Disebut jangka pendek bila rentang waktunya 1-2 tahun. Selanjutnya untuk investasi jangka menengah bisa lewat SBR, ST, ORI, reksadana campuran (yang terdiri dari surat berharga dan sedikit porsi saham). Nah, untuk jangka panjang, bisa dengan investasi emas atau saham (perhatikan fundamental perusahaan). Yang perlu diingat, investasi bukan hanya tentang seberapa besar returnnya, tetapi seberapa mudah liquiditasnya juga. Semakin liquid alias mudah dicairkan, maka semakin fleksibel untuk kebutuhan jangka pendek.

3. Disiplin pada perencanaan keuangan yang dibuat

Rencana sudah selangit, target sudah ditetapkan, tetapi bila tidak disiplin dengan perencanaan keuangan yang dibuat, ya sama saja. Pribahasa bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian bisa diterapkan dalam hal perencanaan keuangan. Biasakan hidup sederhana agar tidak susah memenuhi target keuangan.

4. Hindari hutang

Katanya hutang itu riba, dosanya ngeRIBAnget. Sebenarnya tanpa ditakut-takuti soal dosa, hutang tanpa pertimbangan matang memang akan menyengsarakan. Hutang akan menggerogoti keuangan keluarga, apalagi sekarang banyak program pinjaman mudah yang ternyata bunganya selangit. Misalkan butuh mobil, bisalah nanti beli mobil seken dengan harga yang tidak terlalu menguras kantong.

5. Memiliki asuransi kesehatan

Asuransi kesehatan sangat penting, karena sakit tidak bisa diduga datangnya. Asuransi kesehatan seperti BPJS Kesehatan sudah cukup bagus dalam menjamin pengobatan. Belum ada asuransi kesehatan semurah dan selengkap BPJS. Jangan berpikir untuk menunggak bayar asuransi, nanti akan repot sendiri ketika asuransi tersebut diperlukan. Selama asuransi tersebut tidak dipakai, anggap saja sedang sedekah, karena asuransi bukan soal untung rugi, tetapi kita membeli proteksi.


Sebagai emak dan menteri keuangan rumah tangga, kelima poin tersebut sangat penting dilakukan. Jangan berhenti belajar soal pengaturan keuanganrumah tangga. Tetap membuka mata dengan berbagai jenis investasi. Dan jangan lupa untuk mengajarkan mengatur keuangan pada anak sejak dini. Bila sedari kecil sudah mampu mengatur keuangan, kedepan akan lebih mudah menghadapi 'tantangan' masa depan.

Sabtu, 09 Maret 2019

Meraup Pendapatan Tambahan dengan Kamera Smartphone


Zaman sekarang banyak cara untuk menambah pundi pendapatan. Salah satu yang berpotensi menjadi lumbung uang adalah kamera smartphone kita. Nah, potensi ini harus kita manfaatkan semaksimal mungkin, @haryosetiyadi membagikan tipsnya pada acara #ArisanIlmuKEB kerjasama @emak2blogger dan @wardahbeautyjogja.

Definisi harfiah, foto adalah cahaya, jadi dalam memotret kuncinya adalah pada cahaya. Ada 12 tahapan dalam menghasilkan foto yang bagus:

1. Selalu cek lensa kamera.
Kalau lensa kamera kotor, gambarnya ngeblur nanti.

2. Atur fokus kamera

3. Atur eksposure sebisa mungkin secara manual

4. Jangan pakai zoom.
Kamera smartphone itu fixed, pakai zoom bikin fokus gambar jadi pecah.

5. Usahakan kamera harus selalu steady.
Bila tidak pakai tripod dan mengandalkan tangan, ada tips dari Mas Haryo supaya kamera snartphone tetap steady, yaitu dengan menaruh siku ke bagian perut, sehingga tangan memegah smartphone lebih kokoh.

6. Gunakan "rules of third"
rule of thirds adalah aturan sepertiga adalah petunjuk bagaimana caranya memosisikan objek di sepertiga bagian dalam foto agar lebih enak dilihat.*
Kalau di kamera HP ditampilkan garis-garis, maka objek foto ditampilkan seperti berikut:

7. Gunakan "leading lines"
Leading lines adalah adalah garis-garis imajiner yang ada di dalam foto yang mengarahkan mata kepada obyek utama (point of image), atau terkadang obyek lain di dalam foto.*

Jalan setapak, tiang listrik, jendela,tangga atau pun bangun datar lain di foto dapat menjadi garis imajiner yang menggiring pandangan ke objek utama pada foto.

8. Mengambil gambar dari presfektif yang beda
Lipstik memang bentuknya begitu saja, tapi kalau diambil dari presfektif yang beda, foto lipstik menjadi unik.

9. Perhatikan background foto

Prinsipnya, foto harus berwarna dan bertekstur. Untuk foto makanan kurang berwarna seperti bakso, bisa pakai background warna. Kalau sudah cerah dan bertekstur, latarnya polos saja, putih misal.

#psst, foto flatlay itu ternyata maksudnya untuk memperjelas benda-benda dalam suatu tempat, misal isi tas. Dengan pengambilan gambar 90 derajat dari objek, maka semua benda dapat terlihat jelas.

10. Ambil gambar berulang-ulang
Foto bagus itu bukan kebetulan. Untuk mendapatkan foto yang bagus kita perlu mengambil gambar berulang-ulang. Kalau khawatir memori penuh, setiap selesai foto baru dipilih foto terbaik.

11. Gunakan mode paronama

Untuk mendapatkan foto yang paripurna, ambil sudut gambar seluas mungkin, tetapi tetap fokus pada objek yang ingin dituju. Nanti fotonya baru di-crop untuk diambil bagian yang diperlukan

12. Jangan edit foto berlebihan!

Yang namanya sesuatu yang berlebihan itu tentu tidak baik, begitu juga soal editing foto. Usahakan ketika mengambil gambar, kondisi cahaya cukup sehingga objek terfoto dengan bagus dan jelas. Dengan begitu, apabila diperlukan editing maka hanya minor editing.

Nah, sebenarnya 12 rules ini nggak terlalu dibahas sama Mas Haryo, karena sudah umum dibahas saat workshop. Iya sih, Makdi juga bilang begitu, 12 rules itu terlalu teori, emak-emak mah butuh praktek! Hehehe... Nah, di kesempatan ini Mas Haryo buka-bukaan soal tips memenangkan lomba foto. Jadi dalam suatu foto itu harus jelas E D.F.A.T-nya. Apaan tuh EDFAT? EDFAT adalah singkatan dari:

Entire: keseluruhan

Keseluruhan objek foto dalam suatu frame harus menarik untuk dilihat. Pemilihan background akan mempengaruhi keseluruhan foto.

Detail: satu titik fokus

Foto sebaiknya jelas fokus yang dituju. Apalagi kalau foto produk, jangan sampai malah properti fotonya lebih dominan dibanding produk yang akan ditampilkan.

Frame: Pembatasan objek foto

Dalam mengambil gambar, kita harus jeli mengatur batas fotonya. Bagaimana dalam batasan 1000x1000 pixel (misalkan), foto harus bisa mencangkup keseluruhan objek foto dengan baik. Framing juga tergantung pada jenis fotonya, misal foto landscape tentu harus luas framingnya. Akan tetapi untuk foto produk, framenya bisa dipersempit agar foto bisa fokus ke produk.

#Sejarah landscape: untuk menggambarkan pemandangan. Perhatikan garis horizontalnya. Dalam foto, warna dominan 1 saja. Misal langitnya sudah biru terang, maka rumputnya jangan hijau terang juga. Lebih baik biru langitnya dibuat lebih soft. (Contoh fotonya Mak Vee)
Saran Mas Haryo, warna birunya nggak perlu seterang ini.

Angle:  Sudut pengambilan foto
Ini nih skill foto yang butuh insting dan skill yang mumpuni. Sudut pengambilan foto yang tepat tentu akan menghasilkan karya foto yang cetar bagusnya. Apalagi buat objek foto yang sudah biasa. Beda sudut pengambilan foto bisa menghasilkan persepsi yang berbeda.

Time: Waktu jepret

Ini juga butuh jam terbang memotret, disamping harus familiar juga dengan alat yang digunakan untuk memotret. Jepretan dengan timing yang tepat akan menghasilkan foto yang luar biasa. Seperti pada foto levitasi, kalau tepat timing jepretnya, tentu akan menghasilkan foto melayang yang sempurna.

Selain prinsip EDFAT, ada lagi nih tips supaya galeri foto kita di Instagram terlihat menarik. Hayo, hari gini siapa yang masih bodo amat sama feed Instagram? Kalau feed-nya bagus kan enak juga lihat Instagramnya to. Hehe

Layout. Pilih layout yang sesuai agar bagus dilihat. Bisa berpola landscape-potrait-landscape, atau memberi bingkai pada setiap foto yang akan ditampilkan di feed Instagram. Feed dengan layout yang terpola akan menarik audiens scroll ke bawah.

Mood. Bikin fotomu menjadi acuan untuk audiens. Misal DIY perlengkapan rumah, pasti banyak yang nyariin kan?

Referensi. Sering-sering main ke website grafis seperti unsplash, best of behance, shutterstock. Dari sini kita bisa dapat referensi foto apa yang bernilai jual. Ya iyalah, yang pada nitip foto di situs itu kan tujuannya untuk 'monetasi/komersilkan' fotonya.

Response. Tarik minat audience untuk merespons foto kita. Bisa dengan foto daily life yang dituangkan dalam bentuk visual. Bila mengikuti kaidah EDFAT, pasti foto dengan konsep sederhana ini bisa jadi sangat menarik. Contohnya foto-foto seputar daily life dari selebgaram @hamadahideaki @ringgoagus @andien , sederhana tapi cetar kan?

#Tips: Best time foto didaerah tropis sekarang sebelum jam 8, soalnya matahari sekarang sudah lebih cepat panas dan terangnya.

#aplikasi edit foto yang dipakai Mas Haryo: Tribe archipelago, vsco

Fyuh, kelar juga nulis materi ini sampai lebih dari seminggu. Soalnya materinya memang padat banget. Dan kalau benar-benar menerapkan apa yang disarankan Mas Haryo, yakin deh akan mulai berdatangan job buat motret. Apalagi sekarang brand banyak melirik pengguna Instagram walaupun followernya sedikit. Karena yang followernya sedikit itu justru engagement ratenya tinggi.
Foto by IG @bookpacker

Thanks a lot Mas Haryo, Wardah, dan juga KEB!

*informasi dari google